Ilustrasi Toxic Productivity (Foto: 123rf)
Buletinmedia.com – Toxic productivity atau produktivitas berlebihan sering kali dianggap wajar dan bahkan dibanggakan oleh sebagian orang, terutama mereka yang memiliki ambisi tinggi. Mereka memaksa diri untuk terus bekerja tanpa henti demi mencapai target atau kesuksesan. Namun, psikolog klinis Tara de Thouars menegaskan bahwa kebiasaan ini justru dapat berdampak negatif, karena bukannya meningkatkan produktivitas, malah menurunkannya akibat tekanan mental yang terus-menerus.
Ia menjelaskan bahwa toxic productivity adalah kondisi di mana seseorang merasa bersalah jika tidak selalu sibuk dan produktif. Orang dengan pola pikir ini cenderung memaksakan diri agar selalu aktif, merasa puas ketika terus beraktivitas, dan sulit menerima waktu istirahat. Padahal, dorongan terus-menerus seperti itu justru membuat stres semakin meningkat dan mengganggu keseimbangan mental.
Lebih jauh, Ia menguraikan bahwa tubuh manusia yang terus-menerus menerima tekanan tinggi akan beroperasi dalam “survival mode” atau mekanisme bertahan hidup. Kondisi ini menyebabkan tingkat stres yang sangat tinggi karena tubuh terus berusaha menyesuaikan diri dengan tekanan tanpa jeda. Akibatnya, bukannya menjadi lebih produktif, seseorang malah menjadi lelah secara fisik dan mental.
Oleh karena itu, Ia menekankan pentingnya beristirahat sebagai bagian dari menjaga produktivitas yang sehat. Mengambil waktu jeda memungkinkan pikiran dan tubuh untuk rileks, sehingga saat kembali bekerja, performa bisa lebih optimal. Istirahat bukanlah tanda kelemahan, melainkan kunci agar produktivitas tetap berkelanjutan tanpa mengorbankan kesehatan mental.
Secara keseluruhan, Ia mengingatkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan, termasuk dorongan untuk terus produktif tanpa henti, akan berujung pada dampak negatif bagi kesehatan mental. Dia menekankan bahwa penting bagi setiap orang untuk mengenali batas kemampuan diri dan menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat agar hidup lebih sehat dan produktif secara berkelanjutan.
