ilustrasi simbol @ di email (freepik)
Simbol ‘@’ bukan sekadar pemisah dalam alamat e-mail, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam komunikasi digital. Dalam e-mail, ‘@’ berfungsi sebagai penanda antara nama pengguna dan domain, misalnya dalam msmuffet@tuffet.org, di mana msmuffet adalah pengguna dan tuffet.org adalah server yang menaunginya. Sementara dalam dunia bisnis, simbol ini bermakna “di” atau “per unit,” seperti dalam 4 apel @ 0,35 dolar AS = 1,40 dolar AS.
Sejarah Simbol ‘@’ di Dunia Digital
Peran revolusioner ‘@’ dalam e-mail dimulai pada tahun 1972 ketika Ray Tomlinson, seorang insinyur di perusahaan Bolt Beranek and Newman (BBN), mengembangkan sistem e-mail pertama dalam jaringan ARPANET—cikal bakal internet modern. Ia menghadapi tantangan untuk memisahkan nama pengguna dan server tanpa menimbulkan kebingungan.
Tomlinson kemudian memilih ‘@’ setelah melihat keyboard Model 33 Teletype, karena simbol ini jarang digunakan dalam nama pengguna, mudah dikenali secara visual, dan memiliki makna yang sesuai, yakni “di” atau “pada” suatu tempat. Pilihan ini ternyata menjadi standar global dalam komunikasi digital.
Dari E-mail ke Media Sosial: Evolusi ‘@’
Seiring berkembangnya teknologi, ‘@’ tidak hanya bertahan dalam e-mail tetapi juga menjadi bagian penting di media sosial. Kini, simbol ini digunakan untuk menyebut dan menandai seseorang di platform seperti Twitter, Instagram, dan Facebook, menjadikannya sebagai penghubung antarindividu di dunia maya.
Dari sekadar tanda baca di mesin tik hingga ikon komunikasi digital, ‘@’ kini melambangkan konektivitas global. Inovasi kecil yang diperkenalkan Tomlinson lebih dari 50 tahun lalu telah mengubah cara kita berkomunikasi, menjadikannya salah satu simbol paling berpengaruh di era internet.
