Foto: Sinar Harian via World of Buzz
Bazar Ramadan selalu menjadi magnet bagi pecinta kuliner saat bulan suci. Deretan gerai makanan dan minuman menggoda pengunjung yang mencari takjil untuk berbuka. Namun, tahukah Anda? Di balik keramaian tersebut, para penjual makanan dan minuman bisa meraup keuntungan yang fantastis!
Salah satu kisah menarik datang dari seorang penjual es di Malaysia yang sukses meraih keuntungan luar biasa selama bulan Ramadan. Seorang pria dengan akun X @umarmaggi membagikan pengalamannya dalam berjualan es buah, yang ternyata bisa menghasilkan omzet hingga RM 206.000 atau sekitar Rp 763 juta dalam 26 hari!
Strategi Penjualan: Dari Ratusan Hingga Ribuan Gelas Per Hari
Dalam unggahannya, Umar membeberkan bagaimana strategi penjualan es buahnya bisa mendatangkan cuan besar. Ia membagi perhitungan keuntungannya berdasarkan jumlah gelas es yang terjual per hari, lengkap dengan jumlah pegawai yang membantunya:
✅ Penjualan rendah → 500 gelas per hari (dibantu 4 pegawai)
✅ Penjualan sedang → 1.000 gelas per hari (dibantu 7 pegawai)
✅ Penjualan tinggi → 2.000 gelas per hari (dibantu 10 pegawai)
Harga yang ia tawarkan juga bervariasi, yakni RM 5 (Rp 18.500) untuk es ukuran 500 ml yang dibeli oleh 60% pelanggan, sementara RM 8 (Rp 29.600) untuk es ukuran 750 ml yang dipilih oleh 40% pelanggan.
Dari hasil perhitungan bisnisnya, keuntungan bersih yang ia dapatkan selama bulan Ramadan pun cukup mencengangkan:
📌 Kategori penjualan rendah: RM 42.480 (~Rp 157,3 juta)
📌 Kategori penjualan sedang: RM 93.960 (~Rp 348 juta)
📌 Kategori penjualan tinggi: RM 206.020 (~Rp 763 juta)
Bisnis Tak Selalu Mulus, Cuaca Bisa Jadi Tantangan
Meskipun angka keuntungan yang diperoleh terlihat menggiurkan, Umar juga menekankan bahwa bisnis tidak selalu berjalan mulus. Ada faktor eksternal seperti cuaca yang bisa mempengaruhi penjualan.
“Kalau cuaca panas, mungkin bisa menjual lebih dari 2.000 gelas. Tapi kalau hujan? Mungkin hanya terjual 20 gelas. Begitulah bisnis, tidak bisa diprediksi,” ungkapnya.
Tak Hanya Es Buah, Ayam Panggang Juga Laris Manis!
Selain kisah Umar, ada juga cerita menarik lainnya dari penjual ayam panggang di bazar Ramadan. Seorang pria bernama Mohamad Amri Mhd. Shukri berhasil menarik perhatian pengunjung dengan menjual ayam panggang utuh hanya seharga Rp 3.600 per ekor!
Harga yang sangat murah ini membuat gerainya diserbu pembeli. Bahkan, dalam waktu 30 menit saja, 300 ekor ayam panggang ludes terjual. Antrean pengunjung sudah mulai terbentuk sejak pukul 12 siang, meskipun gerai baru mulai berjualan pukul 4 sore!
“Saya bilang antrean baru dibuka pukul 14.00, tapi jam 12 siang orang-orang sudah mulai berdatangan,” kata Amri.
Kesimpulan: Bazar Ramadan, Peluang Emas untuk Berbisnis
Bazar Ramadan bukan hanya surga bagi pencari takjil, tetapi juga ladang emas bagi para penjual makanan dan minuman. Dengan strategi yang tepat, harga kompetitif, dan daya tarik yang kuat, omzet ratusan juta bukanlah mimpi belaka.
Tertarik mencoba bisnis di bazar Ramadan tahun depan? Pastikan Anda punya perhitungan matang dan strategi yang jitu untuk sukses seperti Umar dan Amri!
