tangkapan layar/Instagram/timnasindonesia
Penjualan tiket pertandingan antara timnas Indonesia vs Bahrain untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang akan berlangsung pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mendapat sambutan luar biasa dari para suporter. Dalam waktu kurang dari 10 jam sejak dimulai pada 4 Maret 2025 pukul 10.00 WIB, seluruh tiket untuk laga tersebut ludes terjual habis. Fenomena “perang tiket” menjadi bagian dari budaya suporter sepak bola Indonesia yang kerap memperjuangkan tempat mereka untuk menyaksikan timnas berlaga.
Proses pembelian tiket ini diatur dengan sistem yang cukup ketat, yakni setiap pembelian tiket harus dilakukan melalui akun Garuda ID, yang mewajibkan setiap pembelian tiket menggunakan satu akun Garuda ID untuk setiap lembar tiket. Meskipun banyak suporter yang sudah terbiasa dengan fenomena “war” tiket, ini tetap menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin mendapatkan kesempatan menyaksikan laga besar timnas Indonesia.
Salah satu suporter yang sukses membeli tiket untuk pertandingan ini adalah Adriana Kartika, yang dikenal dengan nama Tika. Tika, yang sebelumnya sudah berpengalaman dalam ikut serta dalam “perang tiket” untuk berbagai acara seperti tiket konser, badminton, dan lainnya, tidak ketinggalan dalam kesempatan kali ini. Tika membeli tiket kategori Indomie Upper Garuda Zona 1-12 A/B seharga Rp 300.000. “Saya sudah terbiasa ikut war tiket, mulai dari tiket Lebaran zaman dahulu, badminton, atau tiket konser,” ujar Tika dalam wawancara dengan Kompas.com. Menurutnya, kesuksesan dalam mendapatkan tiket tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan sebelumnya.
Tika mengungkapkan bahwa sebelum hari H, dia sudah menyiapkan semua data yang diperlukan untuk proses pembelian tiket. Dengan cara ini, dia bisa langsung melakukan salin-tempel (copy-paste) data di form yang tersedia tanpa harus mengetik ulang, sehingga lebih efisien waktu. “Saya siapkan semua form-nya, jadi pas hari H saya tinggal copy-paste saja. Sekitar 30 menit sebelum waktu penjualan, saya sudah buka situs atau aplikasi, siapa tahu sudah bisa masuk antrean,” jelas Tika.
Dia juga mengatakan bahwa proses perburuan tiket kali ini lebih mudah dibandingkan dengan penjualan tiket untuk laga timnas Indonesia sebelumnya, seperti melawan Jepang dan Arab Saudi pada November 2024. Menurutnya, sistem yang diterapkan kali ini lebih stabil dan tidak semasif gangguan yang terjadi pada saat penjualan tiket sebelumnya. “Dulu sempat down halaman websitenya, saya berkali-kali gagal checkout dan bayar. Tapi kali ini lebih mudah,” ungkap Tika.
Namun, meskipun sistem perburuan tiket ini sudah lebih baik, Tika menyoroti kurangnya informasi yang disampaikan oleh pihak penyelenggara mengenai cara membeli tiket menggunakan Garuda ID. “Dulu, waktu Garuda ID pertama kali diperkenalkan, sosialisasi lebih gencar. Sekarang, bagi orang yang belum pernah beli tiket timnas, bisa bingung,” tambah Tika.
Di sisi lain, ada beberapa suporter yang menghadapi kendala dalam proses pembelian tiket. Elizabeth Karina, seorang penggemar timnas Indonesia, mengaku merasa kesulitan karena aturan yang menyebutkan bahwa satu Garuda ID hanya bisa digunakan untuk membeli satu tiket. “Harusnya saya berhasil, tapi ternyata satu tiket hanya untuk satu Garuda ID. Padahal, saya cuma punya satu akun,” keluh Elizabeth yang awalnya ingin membeli dua tiket untuk dirinya dan teman-temannya.
Meskipun ada beberapa kendala dalam proses ini, Tika tetap menghargai upaya yang dilakukan oleh PSSI untuk mengurangi praktik percaloan yang sering terjadi dalam penjualan tiket. “Saya senang dengan sistem penjualan tiket seperti ini. Ada usaha untuk mengurangi percaloan, walaupun tetap saja masih ada,” kata Tika. Dia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, seperti keamanan dan kenyamanan saat menonton pertandingan. Meskipun harga tiket yang semakin mahal, Tika tetap merasa nyaman dan aman saat menyaksikan pertandingan timnas Indonesia di stadion.
Namun, tidak semua suporter beruntung dalam mendapatkan tiket. Muhammad Zunaisar, seorang penggemar timnas Indonesia, mengungkapkan kekecewaannya karena gagal mendapatkan tiket untuk laga Indonesia vs Bahrain. Ia mengaku bahwa jaringan internet yang tidak stabil membuatnya terlambat dalam proses pembelian. “Jaringan saya jelek, jadi agak telat dan akhirnya gagal dapat tiket,” kata Zunaisar. Dia juga mengeluhkan kenaikan harga tiket dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Tiket termurah untuk laga Indonesia vs Bahrain dibanderol seharga Rp 300.000, sementara untuk pertandingan pada November 2024, harga tiket termurahnya hanya Rp 240.000.
Zunaisar menilai harga tiket yang semakin mahal membuatnya sulit untuk menonton pertandingan bersama keluarganya, terutama karena penghasilannya yang terbatas. “Harga tiket sudah mahal, hampir tidak mungkin menonton bersama keluarga kalau gaji bulanan enggak sampai dua digit,” tambah Zunaisar.
Meski demikian, antusiasme terhadap timnas Indonesia tetap tinggi, terlihat dari cepatnya tiket habis terjual. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan dalam proses pembelian, semangat suporter untuk mendukung timnas Indonesia tidak pernah pudar. Seiring berjalannya waktu, PSSI dan penyelenggara pertandingan akan terus berusaha untuk meningkatkan sistem dan kenyamanan bagi suporter yang ingin menonton langsung pertandingan timnas Indonesia di stadion.
