Kondisi gaza yang porak poranda (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dengan tegas membantah isu yang beredar mengenai rencana pemindahan sebagian warga Gaza ke Indonesia. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Selasa, 21 Januari, Kemlu menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah merencanakan atau menerima informasi apapun terkait relokasi dua juta penduduk Gaza ke Tanah Air.
“Kami ingin menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki rencana apapun terkait relokasi penduduk Gaza, baik yang berasal dari informasi resmi maupun spekulasi lainnya,” kata Kemlu dalam keterangan resminya. Kementerian juga menekankan pentingnya untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang berhubungan dengan isu sensitif seperti ini.
Kemlu juga menjelaskan bahwa Indonesia tetap pada posisi konsisten dalam mendukung Palestina. Menurut Kemlu, upaya untuk mengurangi jumlah penduduk Gaza melalui pemindahan massal hanya akan memperkuat pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina dan mendukung strategi yang lebih besar untuk mengusir warga Palestina dari Gaza.
Pernyataan ini menyusul laporan dari NBC News pada Sabtu, 18 Januari, yang menyebutkan bahwa tim Donald Trump, termasuk utusan khusus untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, tengah merencanakan kunjungan ke Gaza. Laporan tersebut juga menyebutkan kemungkinan pembahasan tentang nasib warga Gaza, termasuk relokasi mereka ke negara lain, dengan Indonesia disebut sebagai salah satu opsi tujuan.
Kemlu dengan tegas menanggapi laporan tersebut dan menggarisbawahi bahwa Indonesia tetap fokus pada upaya perdamaian melalui dialog internasional, serta menekankan pentingnya gencatan senjata di Gaza sebagai langkah awal menuju solusi damai. Indonesia tetap mengedepankan posisi prinsipil untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel berdasarkan hukum internasional dan solusi dua negara yang telah disepakati.
Dalam pernyataannya, Kemlu juga mengingatkan bahwa spekulasi tanpa dasar hanya akan memperburuk keadaan dan menyebarkan ketidakpastian, sementara dunia internasional harus terus mendesak gencatan senjata yang permanen di Gaza.
