Petugas Damkar, Nordin atau Amang Udin Meninggal Dunia Saat Padamkan Karhutla di Kalsel. (Sumber Foto: Jatim Network) - Buletin Media
Buletinmedia.com – Duka menyelimuti para relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Selatan setelah seorang relawan meninggal dunia saat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (21/10/2026). Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya memadamkan kebakaran tidak hanya menghadirkan risiko akibat kobaran api, tetapi juga bahaya paparan asap yang dapat mengancam kesehatan petugas di lapangan.
Relawan tersebut diketahui bernama Nurdin, yang akrab disapa Amang Udin. Ia merupakan anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kayu Bulan yang ikut terjun langsung membantu memadamkan api. Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, Nurdin bertugas di sekitar lokasi kebakaran ketika mulai mengalami keluhan kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang dipenuhi asap pekat.
Saat menjalankan tugas, Nurdin dilaporkan mengalami nyeri dada dan kesulitan bernapas. Keluhan tersebut muncul setelah ia berada di lokasi pemadaman selama kurang lebih satu jam. Rekan-rekannya yang mengetahui kondisi itu kemudian meminta Nurdin menghentikan aktivitas dan beristirahat. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik sehingga mereka berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin.
Rekan sesama relawan juga berusaha membantu pernapasannya menggunakan oksigen portabel. Ketika kondisinya semakin memburuk, Nurdin segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Karena ambulans belum tersedia saat dibutuhkan, rekan-rekannya berinisiatif mengangkut korban menggunakan kendaraan pemadam kebakaran menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Dalam perjalanan, kondisi Nurdin dilaporkan semakin kritis. Ia beberapa kali kehilangan kesadaran dan mengalami kejang. Setibanya di Klinik Utama Setara Handil Bakti, tim medis segera melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan. Namun, berbagai upaya medis, termasuk resusitasi jantung paru (RJP), tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Kejadian ini meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan rekan-rekan yang selama ini bekerja bersama dalam kegiatan kemanusiaan.
Peristiwa tersebut menimbulkan dugaan bahwa paparan asap di lokasi kebakaran berkontribusi terhadap kondisi korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian Nurdin belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kronologi kejadian. Pemeriksaan medis dan keterangan resmi tetap diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan kematiannya.
Keselamatan Relawan Perlu Diperhatikan
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Selama bertugas, mereka berhadapan dengan berbagai ancaman, mulai dari panas ekstrem, asap pekat, hingga kemungkinan terpapar zat berbahaya hasil pembakaran. Risiko tersebut dapat meningkat ketika petugas bekerja dalam waktu lama tanpa perlengkapan perlindungan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Penggunaan alat pelindung diri menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan pemadaman. Masker debu biasa tidak selalu mampu melindungi penggunanya dari gas beracun dan partikel berbahaya dalam asap kebakaran. Karena itu, perlengkapan pernapasan harus disesuaikan dengan tingkat bahaya, disertai pelatihan keselamatan dan pemantauan kondisi kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Selain perlengkapan, kesiapan layanan medis juga perlu menjadi perhatian. Keberadaan petugas pertolongan pertama, peralatan pendukung pernapasan, sarana komunikasi, dan akses evakuasi yang memadai dapat membantu mempercepat penanganan ketika relawan mengalami keadaan darurat. Keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, atau penurunan kesadaran harus dianggap serius dan tidak boleh diabaikan demi melanjutkan pekerjaan.
Pemerintah daerah, pengelola organisasi pemadam kebakaran, dan pihak terkait perlu memperhatikan kebutuhan keselamatan relawan melalui penyediaan perlengkapan yang layak, prosedur kerja yang jelas, serta koordinasi penanganan darurat. Evaluasi terhadap pelaksanaan pemadaman juga diperlukan agar kendala di lapangan dapat diketahui dan diperbaiki. Dengan demikian, relawan dapat bekerja lebih aman tanpa mengurangi efektivitas penanganan kebakaran.
Masyarakat juga dapat berperan dalam mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan kemunculan api kepada petugas. Pencegahan sejak awal dapat mengurangi kemungkinan kebakaran meluas, menekan paparan asap, serta mengurangi beban kerja para relawan yang bertugas memadamkan api di berbagai wilayah.
Kepergian Nurdin meninggalkan duka bagi keluarga, rekan seperjuangan, dan masyarakat. Dedikasinya memperlihatkan bahwa penanganan bencana melibatkan orang-orang yang bersedia mencurahkan tenaga demi melindungi lingkungan dan warga sekitar. Namun, semangat kemanusiaan tersebut harus diimbangi sistem perlindungan yang memadai.
Peristiwa di Handil Bakti menjadi pengingat bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak semata-mata diukur dari padamnya api. Keselamatan setiap petugas juga harus menjadi prioritas agar mereka dapat menuntaskan tugas dan kembali pulang kepada keluarga dengan selamat.
