WhatsApp Siapkan Fitur Stiker Bersuara, Pengguna Tak Lagi Monoton (Foto : WhatsApp)
Buletinmedia.com – WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengirim stiker dengan suara. Inovasi ini berpotensi membuat percakapan di aplikasi pesan instan tersebut terasa lebih hidup, karena stiker tidak lagi hanya menampilkan gambar diam atau animasi tanpa tambahan audio.
Fitur stiker bersuara WhatsApp dilaporkan sedang dalam tahap pengembangan untuk perangkat Android. Dengan fitur ini, pengguna nantinya dapat menambahkan rekaman suara atau berkas audio ke stiker yang dibuat dari gambar statis. Sementara itu, stiker animasi yang berasal dari video disebut dapat membawa suara dari video aslinya.
Kehadiran fitur tersebut bisa memberikan pilihan baru bagi pengguna ketika berkomunikasi melalui WhatsApp. Selama ini, stiker menjadi salah satu cara untuk menyampaikan ekspresi, reaksi, humor, hingga respons singkat tanpa harus mengetik pesan panjang.
Dengan tambahan suara, stiker berpotensi digunakan untuk menyampaikan lebih banyak ekspresi. Pengguna dapat menambahkan suara tertawa, teriakan, ucapan singkat, atau potongan audio yang populer dalam berbagai meme internet.
Informasi mengenai fitur stiker bersuara pertama kali ditemukan oleh WABetaInfo melalui WhatsApp beta Android versi 2.26.41.3. Media teknologi Android Authority kemudian menelusuri berkas APK WhatsApp versi 2.26.41.11 untuk mengaktifkan fitur tersebut dan melihat cara kerjanya lebih dekat.
Meski sudah berhasil ditelusuri melalui berkas aplikasi, fitur ini belum berarti tersedia untuk seluruh pengguna WhatsApp. Pengembangannya masih berlangsung dan WhatsApp belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi.
Selain fitur stiker bersuara, WhatsApp juga dilaporkan tengah menguji perubahan pada kolom penulisan pesan. Desain baru ini memisahkan area pengetikan dari sejumlah tombol tambahan, sehingga pengguna berpotensi mendapatkan ruang yang lebih luas ketika menyusun pesan.
Kedua pembaruan tersebut memperlihatkan bahwa WhatsApp masih berupaya mengembangkan pengalaman komunikasi di aplikasinya. Namun, seperti fitur lain yang masih diuji, tampilan dan mekanisme penggunaannya dapat berubah sebelum dirilis secara luas.
Fitur Stiker WhatsApp Bakal Bisa Mengeluarkan Suara
Stiker sudah menjadi bagian yang cukup akrab dalam percakapan WhatsApp. Pengguna bisa mengirim berbagai gambar lucu, karakter animasi, potongan ekspresi wajah, hingga stiker buatan sendiri untuk merespons pesan teman atau keluarga.
Selama ini, stiker gambar statis hanya menampilkan visual. Pengguna memang dapat memilih stiker animasi untuk membuat percakapan terasa lebih ekspresif, tetapi format tersebut berbeda dengan stiker yang secara khusus dilengkapi audio.
Melalui fitur yang sedang dikembangkan, WhatsApp disebut ingin memberikan kemampuan tambahan pada stiker. Pengguna nantinya berpotensi menggabungkan gambar dengan suara sehingga pesan yang dikirim memiliki unsur visual sekaligus audio.
Perubahan tersebut dapat membuat stiker lebih fleksibel digunakan dalam berbagai situasi. Misalnya, pengguna ingin mengirim gambar tertawa yang disertai suara tawa, stiker karakter yang mengucapkan kata tertentu, atau gambar ekspresi terkejut dengan efek suara yang sesuai.
Fitur semacam ini juga bisa menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin menyampaikan reaksi dengan cara berbeda. Daripada mengetik kalimat panjang, mereka dapat memilih stiker dengan suara yang dianggap mewakili suasana hati.
Meski demikian, kemampuan tersebut tidak berarti semua stiker WhatsApp yang sudah ada akan otomatis memiliki suara. Berdasarkan laporan awal, fitur ini berkaitan dengan proses pembuatan atau pengeditan stiker yang memungkinkan pengguna menambahkan audio.
Dengan kata lain, pengguna kemungkinan perlu membuat stiker menggunakan fitur tersebut atau menyesuaikan stiker yang mendukung penambahan suara. Mekanisme finalnya masih perlu menunggu pengumuman resmi dari WhatsApp.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah cara penerima memutar suara. Berdasarkan penelusuran terhadap versi aplikasi yang sedang diuji, penerima disebut dapat mengetuk ikon volume pada stiker untuk mendengarkan audio yang disertakan.
Jika mekanisme ini dipertahankan hingga versi stabil, pengguna bisa memilih kapan ingin memutar suara dari stiker yang diterima. Namun, detail mengenai perilaku audio, pengaturan otomatis, dan kompatibilitas pada berbagai perangkat masih dapat berubah selama pengembangan.
Stiker dari Gambar Bisa Ditambahkan Rekaman Suara
Salah satu bagian menarik dari fitur baru WhatsApp ini adalah kemungkinan menambahkan suara pada stiker yang dibuat dari gambar statis.
Pada umumnya, stiker gambar dibuat dengan mengambil foto, ilustrasi, atau gambar tertentu, kemudian menghapus latar belakang dan menyimpannya dalam format stiker. Hasilnya dapat digunakan berulang kali dalam percakapan.
Melalui fitur yang sedang diuji, proses tersebut berpotensi menjadi lebih lengkap karena pengguna dapat menambahkan audio ke dalam stiker.
Berdasarkan laporan awal, WhatsApp akan menyediakan ikon berbentuk gelombang suara untuk membantu pengguna menambahkan audio. Ikon tersebut menjadi akses untuk merekam suara secara langsung atau memilih berkas audio yang sudah tersedia di perangkat.
Pengguna yang ingin membuat stiker dengan suara sendiri dapat merekam audio melalui fitur tersebut. Sementara itu, mereka yang sudah memiliki berkas suara dapat memilihnya tanpa harus melakukan perekaman ulang.
Durasi audio yang dilaporkan dapat ditambahkan ke stiker gambar statis mencapai 10 detik. Batas waktu ini memungkinkan pengguna memasukkan suara pendek yang cukup untuk menyampaikan reaksi atau kalimat sederhana.
Durasi tersebut juga cocok untuk berbagai penggunaan sehari-hari. Contohnya, pengguna dapat membuat stiker dengan ucapan singkat seperti salam, sapaan, tawa, atau respons spontan yang biasa muncul dalam percakapan.
Pengguna yang gemar membuat meme juga berpotensi memanfaatkan fitur ini untuk menggabungkan gambar populer dengan potongan suara yang sesuai. Dengan begitu, stiker tidak hanya mengandalkan ekspresi visual, tetapi juga menghadirkan unsur audio yang memperkuat pesan.
Meski begitu, belum ada kepastian mengenai format berkas audio yang akan didukung, batas ukuran file, maupun apakah WhatsApp akan menyediakan alat penyuntingan suara tambahan. Informasi tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pengembang.
Jika fitur ini nantinya tersedia, kemudahan proses pembuatan stiker akan menjadi salah satu faktor penting. Pengguna tentu membutuhkan langkah yang sederhana agar dapat membuat dan mengirim stiker bersuara tanpa harus menggunakan aplikasi tambahan.
Cara Kerja Stiker Bersuara WhatsApp
Dari hasil penelusuran versi aplikasi yang sedang diuji, proses penggunaan stiker bersuara diperkirakan melibatkan beberapa langkah sederhana. Namun, urutan berikut merupakan gambaran berdasarkan mekanisme yang dilaporkan, bukan panduan resmi untuk fitur yang sudah tersedia bagi seluruh pengguna.
Pertama, pengguna menyiapkan gambar yang ingin dijadikan stiker. Gambar tersebut dapat berupa foto, ilustrasi, atau visual lain yang sesuai dengan kebutuhan percakapan.
Setelah gambar diproses menjadi stiker, pengguna dapat memanfaatkan ikon gelombang suara untuk menambahkan audio. Pilihannya disebut mencakup perekaman langsung atau penggunaan berkas suara yang sudah tersimpan di perangkat.
Jika memilih perekaman, pengguna dapat merekam suara pendek sesuai kebutuhan. Apabila memilih berkas yang sudah tersedia, pengguna dapat menggunakan audio yang dianggap cocok dengan gambar stiker tersebut.
Untuk stiker yang dibuat dari gambar statis, durasi audio yang dilaporkan mencapai 10 detik. Setelah proses penambahan suara selesai, stiker dapat disiapkan untuk digunakan dalam percakapan.
Ketika stiker dikirim kepada orang lain, penerima disebut dapat mengetuk ikon volume untuk memutar suara. Mekanisme ini memungkinkan audio didengarkan ketika penerima ingin mendengarnya.
Meski terlihat sederhana, sejumlah detail masih perlu dipastikan. Belum diketahui apakah pengguna dapat mengedit audio setelah stiker disimpan, mengganti suara tanpa membuat stiker baru, atau membagikan stiker bersuara ke pengguna lain dengan cara yang sama seperti stiker biasa.
Belum ada pula kepastian apakah stiker bersuara dapat digunakan di semua perangkat dan versi WhatsApp secara bersamaan. Fitur yang masih dalam tahap pengembangan biasanya membutuhkan pengujian tambahan untuk memastikan pengalaman pengguna tetap konsisten.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap fitur ini sudah dapat digunakan hanya dengan memperbarui WhatsApp ke versi terbaru. Sampai ada pengumuman resmi, stiker bersuara masih perlu dipandang sebagai fitur yang sedang dikembangkan.
Penerima Bisa Memutar Audio Melalui Ikon Volume
Cara penerima mengakses suara menjadi bagian penting dalam pengembangan stiker baru ini. Berdasarkan penelusuran yang dilaporkan, WhatsApp menyediakan ikon volume yang dapat diketuk untuk memutar audio pada stiker.
Keberadaan ikon tersebut membantu membedakan stiker yang memiliki suara dengan stiker biasa. Pengguna dapat mengetahui bahwa ada audio tambahan yang bisa didengarkan.
Mekanisme pemutaran melalui tindakan pengguna juga berpotensi membuat pengalaman percakapan lebih nyaman. Penerima tidak harus selalu mendengarkan suara setiap kali sebuah stiker muncul di ruang obrolan.
Hal ini bisa berguna ketika seseorang sedang berada di tempat umum, mengikuti rapat, berada di kendaraan umum, atau menggunakan WhatsApp dalam situasi yang membutuhkan ketenangan.
Pengguna juga dapat memilih untuk memutar suara ketika berada dalam kondisi yang memungkinkan. Dengan demikian, audio menjadi elemen tambahan yang dapat diakses sesuai kebutuhan.
Meski begitu, perilaku fitur ketika perangkat berada dalam mode senyap atau ketika volume media dimatikan masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut. Belum ada informasi final mengenai pengaturan audio, notifikasi, maupun kontrol suara yang akan disediakan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah pengalaman penerima yang menggunakan perangkat berbeda. WhatsApp tersedia di Android, iPhone, komputer, dan perangkat lain yang mendukung layanannya. Fitur baru idealnya dapat berfungsi secara konsisten di berbagai platform, meskipun ketersediaannya bisa berbeda selama masa pengujian.
Jika stiker bersuara benar-benar dirilis, kompatibilitas lintas perangkat akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pengguna tentu berharap stiker yang dikirim dapat diterima dan diputar dengan mudah tanpa menimbulkan masalah dalam percakapan.
Stiker Animasi dari Video Bisa Membawa Suara Asli
Selain gambar statis, fitur baru WhatsApp juga disebut akan mendukung stiker animasi yang dibuat dari video. Perbedaannya terletak pada sumber audio yang dapat digunakan.
Untuk stiker animasi yang berasal dari video, suara disebut dapat diambil secara otomatis dari video aslinya. Berdasarkan laporan awal, audio yang dibawa ke stiker animasi tersebut berdurasi sekitar lima detik.
Fitur ini berpotensi membuat proses pembuatan stiker dari video terasa lebih praktis. Pengguna tidak perlu selalu merekam suara baru jika audio yang terdapat dalam video sudah sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai contoh, seseorang dapat membuat stiker animasi dari potongan video yang menampilkan ekspresi terkejut, gerakan lucu, atau reaksi tertentu. Jika video tersebut memiliki suara yang sesuai, audio aslinya berpotensi ikut digunakan pada stiker.
Kombinasi gerakan dan suara dapat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan stiker animasi tanpa audio. Ekspresi karakter, reaksi wajah, dan efek suara bisa saling melengkapi sehingga pesan terasa lebih jelas.
Namun, penggunaan audio dari video asli juga perlu mempertimbangkan kecocokan suara. Tidak semua video memiliki audio yang relevan dengan stiker yang ingin dibuat. Karena itu, kemampuan untuk memilih atau mengganti suara menjadi bagian yang cukup penting.
WhatsApp disebut sedang menyiapkan opsi agar pengguna dapat mengganti audio bawaan tersebut dengan rekaman sendiri atau berkas suara lain. Jika opsi ini tersedia dalam versi final, pengguna akan memiliki keleluasaan lebih besar untuk menentukan suara yang digunakan.
Durasi audio sekitar lima detik yang dilaporkan untuk stiker animasi juga perlu dibedakan dari batas audio pada stiker gambar statis. Keduanya berasal dari jenis stiker yang berbeda dan mekanisme pengolahannya belum tentu sama.
Informasi tersebut masih mengacu pada versi aplikasi yang ditelusuri oleh media teknologi. WhatsApp belum mengumumkan apakah durasi tersebut akan menjadi batas tetap atau mengalami perubahan ketika fitur dirilis.
Pengguna Bisa Mengganti Audio Stiker Animasi
Kemampuan mengganti suara dapat menjadi salah satu fitur yang paling menarik bagi pengguna yang gemar membuat stiker sendiri.
Dalam percakapan sehari-hari, satu gambar atau animasi terkadang dapat digunakan untuk berbagai konteks. Sebuah karakter yang mengangguk, misalnya, bisa menggambarkan persetujuan, respons lucu, atau reaksi terhadap suatu kejadian.
Dengan pilihan audio yang berbeda, pengguna berpotensi menyesuaikan stiker yang sama untuk situasi percakapan yang beragam.
Jika suara bawaan dari video tidak sesuai, pengguna disebut dapat menggantinya dengan rekaman sendiri atau berkas audio lain. Opsi ini memberi ruang bagi kreativitas tanpa harus selalu membuat animasi baru.
Pengguna bisa menambahkan suara pendek yang direkam sendiri, misalnya ucapan khas, tawa, atau kalimat yang sering digunakan bersama teman. Stiker tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari gaya komunikasi dalam grup atau percakapan pribadi.
Meski demikian, belum diketahui apakah WhatsApp akan menyediakan fitur pemotongan audio, pengaturan volume, atau penyuntingan suara lebih lanjut. Fitur semacam itu akan menentukan seberapa leluasa pengguna mengolah audio sebelum menyimpannya sebagai bagian dari stiker.
Ada pula aspek privasi yang perlu diperhatikan ketika pengguna merekam suara sendiri. Seperti konten lain yang dibagikan melalui aplikasi pesan, audio sebaiknya dibuat dan dikirim dengan mempertimbangkan kenyamanan orang yang terlibat dalam percakapan.
Pengguna juga perlu memperhatikan hak penggunaan audio apabila mengambil suara dari sumber lain, khususnya untuk konten yang dibagikan secara luas. Tidak semua potongan suara bebas digunakan dalam setiap konteks.
Untuk penggunaan pribadi dalam percakapan, fitur ini kemungkinan akan menarik bagi mereka yang senang membuat stiker unik. Namun, cara kerja lengkapnya baru bisa dipastikan setelah WhatsApp merilis informasi resmi dan menyediakan fitur tersebut secara lebih luas.
WhatsApp Juga Menguji Opsi Menghilangkan Garis Tepi Stiker
Selain menambahkan audio, WhatsApp disebut tengah mengembangkan opsi untuk menghilangkan garis tepi pada stiker buatan pengguna.
Pada sejumlah proses pembuatan stiker, aplikasi dapat memberikan garis tepi atau bingkai di sekitar objek. Fungsinya membantu memisahkan gambar dari latar belakang sehingga objek tetap terlihat jelas ketika digunakan dalam percakapan.
Namun, tidak semua pengguna menyukai tampilan tersebut. Ada yang lebih memilih stiker dengan potongan gambar yang bersih, terutama ketika gambar sudah memiliki bentuk dan warna yang jelas.
Opsi untuk menghilangkan garis tepi dapat memberikan keleluasaan dalam menentukan tampilan akhir stiker. Pengguna berpotensi memilih apakah ingin menggunakan bingkai atau menampilkan gambar tanpa garis tambahan di sekelilingnya.
Perubahan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi cukup berarti bagi mereka yang sering membuat stiker sendiri. Tampilan yang sesuai dapat membuat stiker terasa lebih rapi dan mendekati desain asli.
Misalnya, pengguna ingin membuat stiker dari logo, karakter, ilustrasi, atau foto dengan latar belakang transparan. Dalam situasi tertentu, garis tepi tambahan bisa mengubah tampilan visual yang diinginkan.
Dengan adanya opsi tersebut, proses pembuatan stiker dapat memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna. Mereka bisa menyesuaikan tampilan dengan kebutuhan tanpa harus mengedit gambar terlebih dahulu melalui aplikasi lain.
Meski demikian, belum ada informasi lengkap mengenai jenis stiker yang akan mendukung opsi ini. Belum diketahui pula apakah pengaturan garis tepi akan tersedia untuk semua stiker buatan pengguna atau hanya untuk format tertentu.
Sama seperti fitur audio, opsi penghilangan garis tepi masih berada dalam tahap pengembangan. WhatsApp masih dapat mengubah tampilan maupun mekanisme penggunaannya sebelum dirilis ke publik.
WhatsApp Uji Desain Baru Kolom Penulisan Pesan
Perubahan yang sedang dikembangkan WhatsApp tidak hanya berkaitan dengan stiker. Aplikasi ini juga dilaporkan bereksperimen dengan desain baru pada kolom penulisan pesan di ruang obrolan.
Pada tampilan yang umum digunakan saat ini, area untuk mengetik pesan dan sejumlah ikon tambahan berada dalam satu baris. Ikon-ikon tersebut membantu pengguna mengakses fungsi lain, seperti emoji, lampiran, kamera, atau fitur pendukung percakapan.
Dalam desain yang sedang diuji, susunan tersebut diubah menjadi dua baris. Area pengetikan pesan ditempatkan di bagian atas, sedangkan sejumlah kontrol tambahan dipindahkan ke bagian bawah.
Perubahan tata letak ini dapat memberikan ruang yang lebih luas untuk mengetik pesan. Pengguna juga berpotensi lebih mudah melihat teks yang sedang disusun, terutama ketika menulis pesan yang panjang.
Pada perangkat dengan layar relatif kecil, ruang pengetikan menjadi salah satu aspek penting dalam pengalaman menggunakan aplikasi pesan. Susunan ikon yang terlalu rapat dapat membuat area teks terasa terbatas, khususnya ketika keyboard sedang terbuka.
Dengan memisahkan kolom pengetikan dan kontrol tambahan, WhatsApp tampaknya sedang mencoba pendekatan lain untuk mengatur ruang di layar. Namun, tujuan pasti di balik desain tersebut belum dijelaskan secara resmi.
Belum diketahui apakah perubahan ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan mengetik, menyesuaikan tampilan dengan fitur baru, atau menyederhanakan akses ke berbagai fungsi aplikasi.
Desain yang sedang diuji juga belum tentu menjadi tampilan akhir. Dalam tahap pengembangan, pengembang aplikasi dapat mencoba beberapa susunan antarmuka sebelum menentukan versi yang akan dirilis.
Karena itu, pengguna belum dapat memastikan kapan tampilan baru kolom pesan akan hadir di aplikasi WhatsApp yang digunakan sehari-hari.
Kolom Pesan Baru Berpotensi Mempermudah Akses Fitur
Jika diterapkan, susunan baru kolom pesan dapat memberikan perubahan pada cara pengguna berinteraksi dengan berbagai tombol di ruang obrolan.
Pada desain saat ini, beberapa kontrol tambahan berada berdekatan dengan area pengetikan. Dengan susunan dua baris, tombol-tombol tersebut berpotensi memiliki ruang yang lebih terpisah dari kolom teks.
Pemisahan itu bisa membantu pengguna membedakan area untuk menulis pesan dengan area untuk mengakses fungsi lainnya. Pengguna juga mungkin lebih mudah menjangkau kontrol tertentu, bergantung pada bagaimana susunan akhirnya diterapkan.
Meski demikian, manfaat desain baru akan sangat bergantung pada ukuran layar, posisi keyboard, serta penempatan setiap tombol. Jika susunannya tidak dirancang dengan baik, penambahan baris justru dapat mengurangi ruang yang tersedia untuk menampilkan percakapan.
Karena itu, pengujian antarmuka menjadi tahap penting sebelum perubahan dirilis. Pengembang perlu memastikan desain baru tetap nyaman digunakan pada berbagai ukuran perangkat dan tidak mengganggu kebiasaan pengguna yang sudah terbentuk.
WhatsApp juga perlu mempertimbangkan pengguna yang terbiasa dengan susunan lama. Perubahan antarmuka yang terlalu besar terkadang membutuhkan waktu adaptasi, terutama bagi mereka yang sering menggunakan aplikasi untuk bekerja atau berkomunikasi setiap hari.
Belum ada kepastian apakah desain baru ini akan menjadi pilihan opsional atau menggantikan tampilan lama sepenuhnya. Informasi tersebut baru dapat diketahui setelah WhatsApp memberikan penjelasan resmi mengenai rencana peluncurannya.
Untuk saat ini, desain kolom pesan baru masih menjadi bagian dari eksperimen yang sedang dipantau oleh media teknologi.
Mengapa WhatsApp Terus Mengembangkan Fitur Baru?
WhatsApp menjadi salah satu aplikasi pesan instan yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari percakapan pribadi hingga komunikasi kelompok dan pekerjaan. Karena itu, perubahan kecil pada fitur maupun tampilan dapat memengaruhi pengalaman banyak pengguna.
Persaingan di industri aplikasi pesan juga membuat pengembangan fitur menjadi hal yang penting. Pengguna tidak hanya membutuhkan layanan untuk mengirim teks, tetapi juga menginginkan cara yang lebih praktis untuk berbagi foto, video, dokumen, pesan suara, dan berbagai bentuk ekspresi digital.
Stiker menjadi salah satu bagian dari perubahan cara orang berkomunikasi. Banyak pengguna menggunakannya untuk menyampaikan reaksi tanpa harus mengetik kalimat panjang. Dalam grup percakapan, stiker juga sering digunakan untuk merespons candaan, menyambut anggota baru, atau memperjelas suasana pesan.
Penambahan suara pada stiker berpotensi memperluas fungsi tersebut. Pengguna bisa menggabungkan visual dan audio dalam satu elemen, sehingga pesan menjadi lebih ekspresif.
Sementara itu, perubahan kolom pengetikan menunjukkan bahwa penyempurnaan pengalaman pengguna tidak selalu berupa fitur besar. Penataan ulang tombol dan ruang mengetik juga dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Namun, setiap fitur baru tetap perlu mempertimbangkan kemudahan penggunaan, kinerja aplikasi, kebutuhan penyimpanan, serta kompatibilitas dengan berbagai perangkat. Penambahan audio pada stiker, misalnya, perlu dirancang agar tidak membuat proses mengirim pesan menjadi rumit.
Pengguna juga perlu memiliki kontrol terhadap konten yang dikirim dan diterima. Mekanisme pemutaran audio, pengaturan suara, serta cara stiker ditampilkan di berbagai perangkat menjadi hal yang patut diperhatikan dalam pengembangan fitur ini.
Jika fitur tersebut nantinya diluncurkan, tanggapan pengguna akan menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa luas fitur itu digunakan.
Kapan Stiker Bersuara WhatsApp Dirilis?
Hingga kini, WhatsApp belum mengumumkan tanggal resmi peluncuran fitur stiker bersuara maupun desain baru kolom penulisan pesan.
Informasi yang beredar berasal dari penelusuran versi beta dan berkas APK aplikasi. Metode tersebut dapat membantu mengungkap fitur yang sedang dikembangkan, tetapi tidak menjamin bahwa semua fitur akan dirilis kepada publik.
Pengembang dapat membatalkan, menunda, atau mengubah suatu fitur berdasarkan hasil pengujian. Ada pula kemungkinan fitur hanya tersedia untuk sebagian pengguna dalam tahap uji coba sebelum diperluas secara bertahap.
Karena itu, pengguna tidak perlu buru-buru mencari aplikasi tidak resmi untuk mencoba fitur yang belum tersedia. Mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas berisiko terhadap keamanan perangkat dan data pribadi.
Jika WhatsApp resmi merilis fitur tersebut, informasi ketersediaannya biasanya dapat diketahui melalui pembaruan aplikasi atau pengumuman resmi perusahaan. Pengguna dapat memeriksa pembaruan WhatsApp melalui toko aplikasi resmi di perangkat masing-masing.
Penting juga untuk membedakan versi beta dengan versi stabil. Versi beta digunakan untuk menguji fitur dan mengumpulkan masukan, sehingga tampilan maupun cara kerja fitur masih dapat berubah.
Dalam kasus stiker bersuara, batas durasi audio, pilihan format suara, mekanisme pemutaran, dan dukungan lintas perangkat masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Hal serupa berlaku untuk opsi menghilangkan garis tepi serta desain baru kolom pesan.
Dengan demikian, seluruh informasi mengenai fitur tersebut untuk saat ini masih perlu diperlakukan sebagai bocoran pengembangan, bukan pengumuman peluncuran resmi.
Kesimpulan
WhatsApp dikabarkan sedang menyiapkan sejumlah pembaruan yang dapat membuat pengalaman berkirim pesan menjadi lebih ekspresif. Salah satu yang paling menarik adalah fitur stiker bersuara, yang memungkinkan pengguna menambahkan audio ke stiker dari gambar statis maupun video.
Stiker dari gambar statis disebut dapat dilengkapi audio berdurasi hingga 10 detik, sedangkan stiker animasi dari video berpotensi membawa suara asli berdurasi sekitar lima detik. Pengguna juga dilaporkan dapat mengganti audio dengan rekaman sendiri atau berkas suara lain.
Selain itu, WhatsApp tengah menguji opsi untuk menghilangkan garis tepi pada stiker buatan pengguna dan desain baru kolom penulisan pesan yang memisahkan area pengetikan dari kontrol tambahan.
Meski sejumlah detail sudah terungkap melalui penelusuran versi beta, kedua pembaruan tersebut belum memiliki jadwal peluncuran resmi. Mekanisme dan tampilannya juga masih bisa berubah sebelum tersedia untuk pengguna secara luas.
Pengguna sebaiknya menunggu pengumuman resmi WhatsApp untuk mengetahui kapan fitur-fitur tersebut dapat digunakan. Jika dirilis sesuai gambaran yang beredar, stiker bersuara berpotensi menjadi cara baru untuk membuat percakapan lebih hidup, sementara desain kolom pesan yang diperbarui dapat memberikan pengalaman mengetik yang berbeda.
Sumber : www.kompas.com
