Buletinmedia.com – Serangan Houthi ke bandara Arab Saudi sejak awal Oktober 2026 menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai ratusan lainnya. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan kelompok Houthi telah melancarkan lebih dari 20 serangan terhadap sejumlah fasilitas penerbangan di wilayah kerajaan tersebut.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengungkapkan rentetan serangan itu menyasar sejumlah bandara sipil. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi salah satu target utama dalam eskalasi konflik tersebut.
Anadolu Agency melaporkan pernyataan Al-Maliki pada Jumat (16/10/2026). Sehari sebelumnya, ia menyampaikan keterangan mengenai serangan tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi Saudi, Alekhbariya News.
Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Tewaskan 17 Orang
Serangan Houthi ke bandara Arab Saudi menimbulkan dampak paling parah di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Al-Maliki menyebut kelompok Houthi telah menyerang bandara tersebut sebanyak 20 kali sejak awal Oktober.
Dalam salah satu serangan, rudal yang diluncurkan kelompok Houthi menghantam gedung terminal bandara. Insiden itu menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan ratusan orang mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Al-Maliki, serangan terhadap bandara di Riyadh pada periode 7–11 Oktober menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 333 orang lainnya.
Serangan berulang terhadap fasilitas penerbangan sipil meningkatkan kekhawatiran mengenai keselamatan penumpang, pekerja bandara, dan masyarakat di sekitar lokasi. Selain itu, kerusakan fasilitas berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan serta mobilitas masyarakat.
Bandara Abha dan Jazan Turut Diserang
Kelompok Houthi juga menargetkan Bandara Internasional Abha di wilayah Asir, Arab Saudi bagian barat daya. Al-Maliki melaporkan serangan di bandara tersebut menewaskan dua orang dan melukai 28 orang lainnya.
Sementara itu, serangan terhadap Bandara Internasional King Abdullah di wilayah Jazan menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka. Jazan terletak di bagian barat daya Arab Saudi, dekat perbatasan Yaman.
Kelompok Houthi turut menyasar Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Namun, koalisi pimpinan Saudi tidak melaporkan korban jiwa maupun korban luka akibat serangan terhadap bandara tersebut.
Otoritas Saudi menyebut sedikitnya lima bandara, yang sebagian besar melayani penerbangan sipil, telah menjadi sasaran serangan sejak 5 Oktober 2026.
Rentetan serangan itu menimbulkan korban jiwa, korban luka, kerusakan properti, serta gangguan terhadap lalu lintas penerbangan. Situasi tersebut menambah tantangan bagi otoritas Saudi dalam menjaga keamanan infrastruktur transportasi udara di tengah konflik kawasan.
Koalisi Saudi Tingkatkan Operasi Militer di Yaman
Peningkatan serangan Houthi ke bandara Arab Saudi terjadi ketika koalisi pimpinan Saudi mendukung operasi militer pasukan pemerintah Yaman untuk menghadapi kelompok tersebut.
Dalam operasi itu, pasukan koalisi memberikan dukungan udara dengan menggempur sejumlah target Houthi di wilayah Yaman. Perkembangan tersebut turut meningkatkan ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Al-Maliki mengatakan serangan Houthi terhadap Arab Saudi meningkat sejak awal Oktober. Ia mengaitkan eskalasi itu dengan peningkatan ketegangan yang melibatkan kelompok Houthi, yang berafiliasi dengan Iran, sejak Juli.
Konflik di Yaman telah melibatkan berbagai kelompok dan kekuatan regional. Perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut turut memengaruhi hubungan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Serangan terhadap bandara sipil menjadi perhatian karena fasilitas tersebut melayani kebutuhan transportasi masyarakat dan penerbangan komersial. Kerusakan infrastruktur maupun gangguan operasional dapat berdampak pada penumpang, pekerja, serta kegiatan ekonomi.
Hingga Jumat (16/10/2026), informasi mengenai serangkaian serangan tersebut merujuk pada keterangan koalisi pimpinan Arab Saudi yang dilaporkan Anadolu Agency. Perkembangan lebih lanjut mengenai dampak serangan dan kondisi operasional bandara memerlukan konfirmasi dari otoritas terkait. ***(Chq)
