Banjir Padang Terbaru: 672 Warga Mengungsi, 120 Rumah Terdampak. (foto. sumbar.pikiran.rakya.com) - Buletin Media
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Bencana ini berdampak pada tiga kecamatan dan menyebabkan ratusan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 11 Oktober 2026, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi dan sekitar 120 rumah terdampak banjir.
Pendataan serta proses evakuasi masih dilakukan oleh petugas gabungan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Banjir Padang Melanda Tiga Kecamatan
Banjir di Kota Padang berdampak pada tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Enam kelurahan yang dilaporkan terdampak meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Hujan deras yang berlangsung sejak Sabtu menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap hingga memasuki kawasan permukiman.
Kondisi tersebut membuat warga harus menyelamatkan diri dan memindahkan barang-barang penting untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Salah satu wilayah yang terdampak adalah kawasan Koto Tangah, termasuk Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama unsur terkait diterjunkan untuk membantu evakuasi warga, terutama kelompok rentan.
Sebanyak 672 Warga Mengungsi dan 120 Rumah Terdampak
Dampak banjir Padang terbaru terlihat dari jumlah warga yang terdampak dan harus meninggalkan tempat tinggal sementara.
Data BNPB mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak langsung, sedangkan 672 jiwa dilaporkan mengungsi.
Para pengungsi ditempatkan di sejumlah lokasi, termasuk tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, Mushala Ar Ridwan Kampung Tangah, serta Warung Jembatan Guo.
Jumlah pengungsi dan warga terdampak masih dapat berubah seiring proses pemutakhiran data.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan rumah. Laporan sementara mencatat satu rumah mengalami kerusakan berat dan empat rumah mengalami kerusakan sedang.
Sekitar 120 rumah dilaporkan terdampak banjir.
Akses jalan di sekitar kawasan PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, juga dilaporkan terputus sehingga menghambat perjalanan menuju wilayah terdampak.
Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya penanganan darurat dan penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Tim Gabungan Lakukan Evakuasi dan Penyaluran Bantuan
Pemerintah Kota Padang bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan unsur terkait lainnya melakukan penanganan terhadap warga terdampak banjir.
Upaya tersebut mencakup evakuasi, pendataan, penyediaan tempat pengungsian, serta penyaluran kebutuhan dasar.
Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, selimut, perlengkapan keluarga, pakaian anak, dan kebutuhan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama berada di tempat pengungsian.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, khususnya ketika hujan deras kembali terjadi.
Warga yang tinggal di sekitar sungai dan kawasan rawan genangan diminta memperhatikan perubahan debit air serta mengikuti arahan petugas.
Penyebab Banjir Padang Terbaru dan Upaya Penanganannya
Banjir yang melanda Kota Padang pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap.
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Kota Padang, wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.
Luapan air merendam kawasan permukiman dan mendorong petugas gabungan melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Selain curah hujan tinggi dan luapan sungai, kondisi alur sungai serta sedimentasi juga menjadi perhatian pemerintah dalam upaya mengurangi risiko banjir berulang.
Dalam pertemuan pada 11 Oktober 2026, Pemerintah Kota Padang bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V membahas percepatan rehabilitasi sungai, pengerukan sedimentasi, serta pembangunan struktur pengendali banjir, termasuk check dam dan sabo dam.
Pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi skala besar direncanakan mulai berjalan pada November 2026.
Berdasarkan data BPBD Kota Padang, sebanyak 498 jiwa di dua kecamatan terdampak banjir bandang, dengan 120 rumah terendam, empat rumah mengalami kerusakan sedang, dan satu rumah rusak berat.
Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan bendungan serta terputusnya akses jalan di lokasi terdampak.
Ke depan, penanganan banjir di Padang membutuhkan upaya terpadu, mulai dari perbaikan alur sungai, pemeliharaan drainase, pengelolaan daerah resapan air, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Masyarakat Diminta Memantau Informasi Resmi
Hingga laporan yang dipublikasikan pada 11 Oktober 2026, proses penanganan dan pemutakhiran data banjir Padang masih berlangsung.
Oleh karena itu, perkembangan terbaru mengenai kondisi genangan, jumlah pengungsi, kerusakan, dan kebutuhan bantuan perlu merujuk pada informasi resmi dari BNPB, BPBD, serta Pemerintah Kota Padang.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengutamakan keselamatan diri serta keluarga.
Warga di kawasan rawan banjir juga diimbau memantau informasi resmi BPBD dan pemerintah setempat serta segera mengungsi apabila kondisi membahayakan keselamatan.
Kerja sama antara pemerintah, petugas, relawan, dan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan darurat dan pemulihan setelah banjir.
Penanganan banjir tidak hanya berfokus pada evakuasi saat bencana terjadi, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan yang berkelanjutan.
Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik dan perbaikan infrastruktur yang tepat, risiko serta dampak banjir di Kota Padang diharapkan dapat dikurangi.
