Paramount dan Warner Bros (Foto: paramount.com / warnerbros.com)
Buletinmedia.com – Rencana akuisisi Warner Bros. Discovery atau WBD oleh Paramount Skydance kembali menghadapi hambatan hukum. Di tengah upaya perusahaan menyelesaikan salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri hiburan Hollywood, kelompok yang menamakan diri Block the Merger kembali membawa keberatan mereka ke pengadilan.
Kelompok tersebut meminta kesempatan untuk menyampaikan pandangan hukum mengenai kesepakatan penyelesaian antara Paramount Skydance dan 12 negara bagian Amerika Serikat yang sebelumnya menggugat rencana merger tersebut. Permintaan itu diajukan menjelang sidang di Pengadilan Federal California pada Kamis, 24 September 2026.
Perkembangan ini membuat proses akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance kembali menjadi perhatian. Sebelumnya, kesepakatan antara Paramount dan koalisi 12 negara bagian pada 21 September sempat membuka jalan lebih lebar bagi penyelesaian transaksi. Namun, penolakan dari kelompok Block the Merger menunjukkan bahwa proses hukum terhadap merger tersebut belum sepenuhnya berakhir.
Pada Kamis, Hakim Araceli Martínez-Olguín mengabulkan permintaan darurat kelompok tersebut untuk mengajukan amicus brief yang menentang penyelesaian antara Paramount dan para jaksa agung negara bagian.
Akuisisi Paramount dan Warner Bros. Kembali Jadi Sorotan
Rencana Paramount Skydance untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery menjadi salah satu transaksi paling besar dan kompleks yang sedang berlangsung di industri media Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut akan mempertemukan dua perusahaan besar yang memiliki studio film, jaringan televisi, layanan streaming, serta katalog konten dalam jumlah besar.
Paramount memiliki Paramount Pictures, Paramount+, CBS, dan sejumlah aset media lainnya. Sementara Warner Bros. Discovery menaungi Warner Bros., HBO Max, CNN, Discovery, serta berbagai jaringan dan pustaka konten yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Karena besarnya aset yang akan berada di bawah satu perusahaan, rencana merger tersebut sejak awal mendapat perhatian regulator, pekerja industri hiburan, kelompok konsumen, hingga organisasi yang bergerak di bidang kebebasan pers.
Nilai transaksi juga menjadi salah satu alasan mengapa proses akuisisi terus menjadi sorotan. Sejumlah laporan menyebut nilai kesepakatan berada di kisaran US$110 miliar hingga US$111 miliar, tergantung pada metode penghitungan dan struktur transaksi yang digunakan.
Jika rampung, perusahaan hasil penggabungan akan menjadi salah satu kelompok media dan hiburan terbesar di dunia.
Namun, sebelum sampai ke tahap tersebut, Paramount masih harus melewati sejumlah persoalan hukum yang berkaitan dengan merger.
Block the Merger Kembali Mengajukan Keberatan
Kelompok Block the Merger menjadi salah satu pihak yang secara terbuka menolak kesepakatan merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery.
Kelompok tersebut terdiri dari sejumlah organisasi, di antaranya The Committee for the First Amendment, Free Press, Freedom of the Press Foundation, Future Film Coalition, dan International Documentary Association.
Mereka menilai penyelesaian antara Paramount dan 12 negara bagian belum cukup untuk menjawab persoalan yang menjadi dasar gugatan antimonopoli.
Pada Kamis pagi waktu setempat, kelompok tersebut mengajukan permohonan darurat di Pengadilan Federal California untuk memperoleh kesempatan menyampaikan argumen melalui amicus brief.
Amicus brief merupakan dokumen hukum yang memungkinkan pihak yang bukan merupakan pihak utama dalam perkara memberikan informasi, argumen, atau perspektif yang dianggap relevan bagi pengadilan.
Dalam perkembangan terbaru, Hakim Araceli Martínez-Olguín mengabulkan permohonan tersebut. Dengan keputusan itu, kelompok Block the Merger memperoleh kesempatan untuk secara resmi menyampaikan keberatan mereka terhadap kesepakatan penyelesaian yang telah dibuat Paramount dengan 12 negara bagian.
Kelompok tersebut sebelumnya menyebut kesepakatan penyelesaian sebagai lemah dan sulit ditegakkan. Penilaian tersebut merupakan posisi dari kelompok penentang merger, bukan kesimpulan independen pengadilan.
Dalam pernyataannya, Jessica J. González, Co-CEO Free Press sekaligus salah satu kuasa hukum dalam permohonan tersebut, mengatakan kelompoknya ingin mendapatkan kesempatan untuk didengar dalam proses hukum.
Menurut González, terdapat banyak orang yang meminta para jaksa agung negara bagian untuk menegakkan hukum dan melindungi kepentingan konsumen, pekerja, serta kebebasan berpendapat.
Kesepakatan dengan 12 Negara Bagian Sebelumnya Membuka Jalan
Sebelum munculnya langkah hukum terbaru dari Block the Merger, Paramount Skydance telah mencapai kesepakatan dengan koalisi 12 negara bagian yang menggugat merger tersebut.
Kesepakatan pada 21 September 2026 menjadi perkembangan penting karena gugatan antimonopoli dari 12 negara bagian sebelumnya menjadi salah satu penghalang utama penyelesaian akuisisi Warner Bros. Discovery.
Gugatan tersebut diajukan setelah para jaksa agung negara bagian menyatakan kekhawatiran terhadap dampak merger terhadap persaingan di industri media dan hiburan.
Dalam penyelesaian tersebut, Paramount menyetujui sejumlah komitmen yang dapat ditegakkan secara hukum. Di antaranya adalah peningkatan produksi film domestik, komitmen terhadap jumlah film yang dirilis, serta sejumlah ketentuan mengenai independensi editorial CNN dan CBS.
Reuters melaporkan bahwa kesepakatan tersebut mewajibkan perusahaan hasil merger untuk merilis sedikitnya 30 film bioskop per tahun selama dua tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 32 film per tahun selama tiga tahun berikutnya. Paramount juga diwajibkan meningkatkan pengeluaran produksi film di Amerika Serikat setidaknya US$300 juta per tahun dibandingkan tingkat pada 2025.
Selain itu, kesepakatan tersebut mencakup ketentuan mengenai negosiasi distribusi jaringan kabel, perlindungan independensi editorial, serta mekanisme pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan.
Rob Bonta Sebut Penyelesaian Memiliki Ketentuan Kuat
Jaksa Agung California Rob Bonta menjadi salah satu tokoh utama dalam gugatan terhadap merger Paramount-Warner Bros. Discovery.
California termasuk dalam koalisi 12 negara bagian yang menggugat transaksi tersebut. Setelah mencapai penyelesaian dengan Paramount, Bonta mengatakan kesepakatan tersebut merupakan solusi yang dapat melindungi persaingan dan konsumen.
Bonta juga menegaskan bahwa penyelesaian tersebut bukan berarti dirinya memberikan dukungan terhadap merger Paramount dan Warner Bros. Discovery.
Pernyataan tersebut penting karena posisi California sebelumnya sangat keras terhadap transaksi tersebut. Negara bagian itu menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan dampak merger terhadap persaingan di industri hiburan.
Dalam laporan The Washington Post, Bonta mengatakan penyelesaian tersebut menyelesaikan persoalan antimonopoli yang menjadi inti gugatan. Ia juga menyebut sejumlah komitmen yang diberikan Paramount akan dapat ditegakkan melalui pengadilan.
Dengan tercapainya kesepakatan, gugatan dari 12 negara bagian tidak lagi menjadi penghalang utama seperti sebelumnya.
Namun, perkembangan terbaru dari Block the Merger menunjukkan bahwa masih ada pihak lain yang berusaha memengaruhi keputusan pengadilan terhadap penyelesaian tersebut.
Mengapa Block the Merger Menolak Kesepakatan?
Keberatan Block the Merger tidak hanya berkaitan dengan nilai transaksi. Kelompok tersebut juga mempermasalahkan dampak jangka panjang dari penggabungan dua perusahaan media besar.
Menurut kelompok tersebut, merger Paramount dan Warner Bros. Discovery berpotensi memperbesar konsentrasi kepemilikan di industri hiburan.
Jika dua perusahaan besar bergabung, maka sejumlah studio film, jaringan televisi, layanan streaming, serta katalog konten akan berada dalam satu kelompok usaha.
Kelompok penentang merger mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat berdampak terhadap persaingan, pekerja industri, produser independen, konsumen, serta media dan jurnalisme.
Situs resmi Block the Merger menyebut perjuangan mereka belum berakhir meskipun Paramount telah mencapai penyelesaian dengan 12 negara bagian. Kelompok tersebut mengatakan mereka ingin mempertahankan keberagaman dalam industri film dan televisi, melindungi pekerja, serta mempertahankan ruang bagi perusahaan independen.
Namun, penting untuk membedakan antara posisi kelompok advokasi tersebut dengan fakta hukum. Kekhawatiran yang mereka sampaikan merupakan argumen pihak yang menentang merger dan masih menjadi bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung.
Merger Bernilai Lebih dari US$100 Miliar
Besarnya nilai transaksi membuat akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance menjadi perhatian luas.
Laporan media berbeda menyebut angka transaksi sekitar US$110 miliar atau US$111 miliar. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan cara media menghitung nilai transaksi dan kewajiban yang ikut diperhitungkan.
Terlepas dari perbedaan tersebut, merger ini akan menyatukan dua kelompok media besar Amerika Serikat.
Warner Bros. memiliki sejarah panjang di industri film Hollywood. Perusahaan tersebut berada di balik berbagai film dan waralaba terkenal serta memiliki perpustakaan konten yang sangat besar.
Di sisi lain, Paramount juga merupakan salah satu studio besar Hollywood dengan sejarah panjang. Paramount Pictures memiliki berbagai waralaba film dan menjadi bagian penting dalam industri perfilman Amerika.
Jika transaksi selesai, aset kedua perusahaan akan berada di bawah satu kepemilikan.
Di sektor streaming, merger tersebut juga akan mempertemukan HBO Max dan Paramount+.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa transaksi tersebut mendapat perhatian dari regulator dan kelompok masyarakat.
Dampaknya terhadap Industri Streaming
Salah satu sektor yang kemungkinan paling terasa dampaknya adalah industri streaming.
Persaingan layanan streaming dalam beberapa tahun terakhir semakin ketat. Perusahaan media berlomba mengembangkan layanan sendiri agar dapat mempertahankan pelanggan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap platform pihak ketiga.
Warner Bros. Discovery memiliki HBO Max, sementara Paramount memiliki Paramount+.
Keduanya membawa katalog film, serial televisi, dokumenter, olahraga, dan program hiburan yang berbeda.
Jika merger selesai, perusahaan baru akan memiliki akses terhadap kedua katalog tersebut.
Bagi perusahaan, penggabungan aset dapat membuka peluang untuk mengembangkan strategi distribusi yang lebih besar. Namun, dari sisi konsumen, muncul berbagai pertanyaan mengenai bagaimana layanan streaming tersebut akan dikelola setelah merger.
Belum semua konsekuensi tersebut dapat dipastikan sebelum transaksi benar-benar selesai dan struktur perusahaan baru diumumkan secara lengkap.
Karena itu, perkembangan hukum dalam beberapa hari ke depan menjadi penting untuk menentukan bagaimana proses merger akan berjalan.
Ancaman Biaya Keterlambatan Juga Menjadi Persoalan
Selain menghadapi persoalan hukum, Paramount juga berhadapan dengan konsekuensi finansial apabila proses akuisisi mengalami keterlambatan.
Sebelumnya, Paramount menghadapi kewajiban pembayaran kepada pemegang saham Warner Bros. Discovery sebesar sekitar US$7 juta per hari apabila transaksi belum selesai pada batas waktu yang ditentukan.
Paramount sendiri telah mengambil sejumlah langkah untuk melindungi kepentingannya dari dampak keterlambatan proses hukum.
Pada awal September, perusahaan menyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan penutupan transaksi dan mendapatkan persetujuan regulator dari sejumlah yurisdiksi. Paramount menyebut gugatan hukum yang masih berjalan sebagai salah satu hambatan terakhir sebelum transaksi dapat diselesaikan.
Karena itu, setiap penundaan dapat memiliki konsekuensi finansial yang tidak kecil.
Situasi tersebut juga menjelaskan mengapa proses hukum di California menjadi sangat penting bagi Paramount Skydance.
Ada Komitmen Produksi Film di Amerika Serikat
Salah satu poin penting dalam kesepakatan Paramount dengan 12 negara bagian adalah komitmen meningkatkan produksi film di Amerika Serikat.
Paramount setuju mengeluarkan tambahan sedikitnya US$300 juta per tahun untuk produksi film domestik dibandingkan tingkat pengeluaran pada 2025.
Perusahaan juga diwajibkan memenuhi target produksi film tertentu dalam periode lima tahun.
Pada dua tahun pertama, jumlah film yang dirilis ditetapkan minimal 30 film per tahun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 32 film per tahun untuk tiga tahun berikutnya.
Kesepakatan juga mencakup dukungan terhadap film independen dan program yang berkaitan dengan pekerja industri.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyelesaikan kekhawatiran terkait dampak merger terhadap industri perfilman Amerika Serikat.
Perlindungan Independensi CNN dan CBS
Selain film dan streaming, persoalan lain yang menjadi perhatian adalah bisnis berita.
Merger Paramount-Warner Bros. Discovery akan mempertemukan CBS dan CNN dalam satu kelompok perusahaan.
Keduanya merupakan jaringan berita besar dengan sejarah panjang di Amerika Serikat.
Kesepakatan penyelesaian dengan negara bagian memasukkan ketentuan mengenai independensi editorial CBS dan CNN.
Paramount juga akan membentuk News Editorial Independence Board yang bertugas mengawasi standar independensi editorial.
Persoalan ini menjadi salah satu bagian yang dianggap penting karena merger tidak hanya menyangkut film dan hiburan, tetapi juga jaringan berita yang memiliki pengaruh besar terhadap publik.
Kelompok Block the Merger sendiri memasukkan kebebasan pers dan keberagaman suara sebagai salah satu alasan mereka menentang transaksi tersebut.
Tidak Semua Pihak Puas dengan Penyelesaian
Walaupun 12 negara bagian telah mencapai kesepakatan dengan Paramount, bukan berarti seluruh pihak yang sebelumnya mengkritik merger menerima hasil tersebut.
Sejumlah pejabat negara bagian sebelumnya menyatakan mereka menginginkan langkah yang lebih jauh.
The Washington Post melaporkan bahwa Jaksa Agung Connecticut William Tong menginginkan pemisahan atau divestasi terhadap CNN dan CBS sebagai bagian dari penyelesaian. Ia menyatakan kekecewaan karena langkah tersebut tidak masuk dalam kesepakatan akhir.
Di sisi lain, Rob Bonta menyatakan seluruh 12 negara bagian akhirnya menyetujui penyelesaian tersebut.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa proses negosiasi tidak berjalan sederhana.
Kesepakatan akhir merupakan hasil kompromi antara tuntutan para penggugat dan komitmen yang bersedia diberikan Paramount.
Jalan Merger Belum Sepenuhnya Selesai
Meskipun penyelesaian dengan 12 negara bagian telah tercapai, merger Paramount dan Warner Bros. Discovery masih harus melewati proses pengadilan.
Inilah yang menjadi fokus utama perkembangan pada Kamis, 24 September 2026.
Hakim Araceli Martínez-Olguín sebelumnya mempertimbangkan apakah penyelesaian tersebut dapat disetujui.
Kini, dengan dikabulkannya permohonan Block the Merger, pengadilan akan mendapatkan tambahan perspektif dari kelompok yang secara terbuka menentang kesepakatan tersebut.
Block the Merger diperbolehkan mengajukan amicus brief dengan batas waktu yang ditetapkan pengadilan. Situs resmi koalisi tersebut menyebut keputusan hakim sebagai kemenangan bagi kelompok mereka untuk menyampaikan keberatan secara resmi dalam proses hukum.
Dengan demikian, proses akuisisi belum dapat dianggap selesai hanya karena Paramount telah menyelesaikan gugatan dengan 12 negara bagian.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Langkah berikutnya akan bergantung pada proses pengadilan di California.
Block the Merger akan menyampaikan argumen mereka melalui amicus brief. Pengadilan kemudian dapat mempertimbangkan dokumen tersebut bersama dengan argumen dari pihak-pihak lain sebelum mengambil keputusan terkait penyelesaian.
Jika penyelesaian akhirnya disetujui, Paramount akan memiliki jalan yang lebih terbuka untuk menyelesaikan akuisisi Warner Bros. Discovery.
Namun, apabila pengadilan meminta perubahan terhadap ketentuan penyelesaian atau muncul persoalan hukum baru, proses tersebut dapat kembali mengalami penundaan.
Situasi tersebut membuat beberapa hari ke depan menjadi periode penting bagi Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery.
Kedua perusahaan telah melalui perjalanan panjang untuk mencapai tahap ini.
Merger Paramount dan Warner Bros. Bisa Mengubah Peta Hollywood
Apabila transaksi akhirnya selesai, penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery berpotensi mengubah struktur industri hiburan Hollywood.
Perusahaan baru akan memiliki studio film, jaringan televisi, layanan streaming, jaringan berita, serta katalog konten yang sangat besar.
Di satu sisi, penggabungan aset dapat memberikan perusahaan skala bisnis yang lebih besar untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan teknologi dan streaming global.
Di sisi lain, semakin besar skala perusahaan, semakin besar pula perhatian terhadap persaingan usaha dan konsentrasi kepemilikan.
Itulah sebabnya proses merger ini tidak hanya menjadi urusan dua perusahaan.
Regulator, negara bagian, pekerja Hollywood, pembuat film independen, organisasi kebebasan pers, dan konsumen ikut memperhatikan proses tersebut.
Perdebatan mengenai merger juga menunjukkan bagaimana perubahan dalam industri hiburan tidak lagi hanya ditentukan oleh studio film. Streaming, distribusi televisi, media berita, iklan, teknologi, dan kepemilikan konten kini saling berkaitan.
Babak Baru Akuisisi Paramount-Warner Bros.
Permintaan amicus brief dari Block the Merger menjadi babak terbaru dalam perjalanan panjang akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance.
Sebelumnya, kesepakatan dengan 12 negara bagian pada 21 September dianggap sebagai perkembangan penting karena mengurangi salah satu hambatan hukum terbesar terhadap transaksi.
Namun, keberatan dari kelompok Block the Merger menunjukkan bahwa masih ada pihak yang meminta pengadilan mempertimbangkan kembali dampak dari penyelesaian tersebut.
Pada 24 September, Hakim Araceli Martínez-Olguín memberikan kesempatan kepada kelompok tersebut untuk mengajukan amicus brief. Keputusan tersebut tidak otomatis membatalkan merger, tetapi membuat proses persetujuan penyelesaian kembali mendapat masukan hukum dari pihak yang menentang kesepakatan.
Bagi Paramount Skydance, persoalan utama saat ini adalah bagaimana memastikan seluruh persyaratan hukum dan komitmen yang telah disepakati dapat dipenuhi sehingga transaksi dapat ditutup.
Sementara bagi Warner Bros. Discovery, penyelesaian proses tersebut menjadi penting untuk menentukan masa depan perusahaan dan berbagai aset media yang berada di bawah naungannya.
Dengan nilai transaksi mencapai lebih dari US$100 miliar, setiap keputusan dalam proses hukum ini memiliki dampak besar terhadap masa depan salah satu perusahaan media terbesar di dunia.
Karena itu, perkembangan di Pengadilan Federal California masih akan menjadi perhatian dalam beberapa waktu ke depan.
Untuk saat ini, akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance belum sepenuhnya memasuki garis akhir. Kesepakatan dengan 12 negara bagian memang telah mengurangi hambatan besar, tetapi masuknya Block the Merger melalui amicus brief menambah satu lagi tahap yang harus dilalui sebelum transaksi benar-benar dapat dinyatakan selesai.
Sumber : www.cnnindonesia.com
