Polres Cirebon Kota memberikan bantuan kepada korban geng motor di Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Serangan brutal geng motor di kawasan Pandesan, Kota Cirebon, Jawa Barat, menyisakan trauma mendalam bagi para pedagang. Salah satunya dialami seorang nenek penjual rokok bernama Wiryu yang kini memilih tidak kembali berjualan setelah menyaksikan aksi brutal yang memicu kepanikan warga dan pedagang di lokasi kejadian.
Peristiwa yang terjadi pada 3 Mei lalu itu masih membekas di ingatan warga Kampung Pandesan. Aksi puluhan anggota geng motor yang datang secara tiba-tiba membuat suasana kawasan tersebut berubah mencekam. Pedagang yang tengah berjualan panik dan berhamburan menyelamatkan diri saat kelompok geng motor melakukan penyerangan secara sporadis.
Nenek Wiryu, warga Kampung Pandesan, menjadi salah satu korban yang mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut. Di usianya yang sudah menginjak enam puluh tahun, ia mengaku ketakutan untuk kembali berjualan di lokasi tempat biasanya mencari nafkah.
Kondisi psikologis nenek Wiryu disebut masih terguncang setelah menyaksikan langsung aksi brutal geng motor yang menyerang sejumlah warung di kawasan tersebut. Peristiwa itu menjadi pengalaman mengerikan pertama yang dialami dirinya selama bertahun-tahun berjualan di lokasi tersebut.
Saat ditemui di rumahnya pada Kamis siang, nenek Wiryu terlihat masih merasa takut membahas kejadian penyerangan geng motor yang sempat viral di media sosial. Keluarga korban menyebut trauma yang dialami nenek Wiryu membuatnya memilih sementara waktu tidak berjualan demi memulihkan kondisi mentalnya.
Tidak hanya menyebabkan trauma bagi pedagang, serangan brutal geng motor tersebut juga mengakibatkan sejumlah warung mengalami kerusakan. Beberapa barang dagangan dilaporkan rusak bahkan dijarah oleh kelompok pelaku saat melakukan aksi konvoi dan penyerangan.
Pihak kepolisian dari Polres Cirebon Kota langsung bergerak melakukan penyelidikan usai video penyerangan viral di media sosial. Polisi juga mendatangi rumah nenek Wiryu untuk memberikan pendampingan sekaligus memastikan kondisi keamanan di wilayah Pandesan tetap terkendali.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penyerangan brutal tersebut. Polisi juga memberikan dukungan moril kepada korban yang mengalami trauma akibat kejadian itu.
“Pasca serangan brutal geng motor di kawasan Pandesan, Kota Cirebon, seorang nenek pedagang bernama nenek Wiryu mengalami trauma berat dan enggan kembali berjualan usai insiden yang memicu kepanikan. Kami langsung melakukan pendampingan untuk memberikan dukungan moril maupun materil serta menjamin keamanan masyarakat Kota Cirebon,” ujar AKBP Eko Iskandar.
Menurut Kapolres, hingga saat ini polisi telah mengamankan enam orang terkait kasus penyerangan geng motor tersebut. Dari jumlah itu, dua orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga memastikan perburuan terhadap anggota geng motor lainnya masih terus dilakukan. Aparat kepolisian berupaya mengungkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan terhadap para pedagang di Kampung Pandesan.
Selain melakukan penegakan hukum, kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak takut kembali beraktivitas. Polisi menjamin pengamanan di sekitar Jalan Pandesan akan terus diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Saat peristiwa terjadi, nenek Wiryu diketahui tengah berjualan bersama anaknya, Setiawan, dan sejumlah pedagang lain di kawasan Pandesan. Tiba-tiba puluhan anggota geng motor datang dan langsung membuat keributan di lokasi.
Situasi mendadak berubah kacau ketika kelompok tersebut melakukan penyerangan secara brutal. Pedagang dan warga yang berada di sekitar lokasi langsung panik dan berlarian menyelamatkan diri karena takut menjadi sasaran kekerasan.
Warung milik korban juga tidak luput dari aksi perusakan. Sejumlah barang di dalam warung dilaporkan rusak akibat amukan para pelaku. Bahkan, beberapa barang dagangan disebut sempat dijarah saat situasi sedang kacau.
Setiawan, anak dari nenek Wiryu, mengaku keluarganya masih merasa terpukul atas kejadian tersebut. Ia bersyukur ibunya selamat karena saat penyerangan terjadi, nenek Wiryu sedang melaksanakan salat sehingga tidak berada tepat di lokasi keributan.
“Memang setiap hari ibu menjaga warung. Untungnya saat kejadian geng motor datang, ibu sedang salat. Kami juga berterima kasih kepada Polres Cirebon Kota yang sudah peduli terhadap kasus ini. Harapan kami tentu tidak ada lagi geng motor yang meresahkan masyarakat,” ujar Setiawan.
Peristiwa serangan geng motor terhadap pedagang di Kampung Pandesan sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Video yang beredar memperlihatkan suasana mencekam ketika puluhan anggota geng motor melakukan konvoi dan menyerang area tempat para pedagang berjualan.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah warga dan pedagang berusaha menyelamatkan diri saat kelompok geng motor datang secara tiba-tiba. Suasana panik tidak dapat dihindari karena jumlah pelaku disebut mencapai sekitar enam puluh orang.
Aksi brutal geng motor yang meresahkan warga Kota Cirebon ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak warga meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap kelompok geng motor yang sering membuat keresahan dan mengganggu keamanan lingkungan.
Kasus penyerangan di Pandesan juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas kelompok bermotor yang kerap melakukan konvoi dan tindakan anarkis di jalanan. Warga berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli, khususnya pada malam hingga dini hari, untuk mencegah aksi kriminal serupa.
Sementara itu, kondisi nenek Wiryu perlahan mulai membaik meski masih mengalami trauma. Keluarga berharap situasi keamanan di kawasan Pandesan benar-benar kondusif sehingga para pedagang bisa kembali mencari nafkah tanpa rasa takut.
Polres Cirebon Kota memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui informasi terkait keberadaan anggota geng motor yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.
Hingga kini, kawasan Pandesan masih menjadi perhatian aparat keamanan setelah insiden penyerangan yang membuat pedagang dan warga trauma. Polisi berjanji akan meningkatkan pengamanan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa dihantui ketakutan akibat aksi geng motor.
