Foto: Getty Images/iStockphoto/pinkomelet
Buletinmedia.com – Kebiasaan minum air putih saat makan sering dilakukan banyak orang. Sebagian orang merasa makan belum lengkap jika tidak ditemani segelas air putih. Namun di sisi lain, masih banyak mitos yang beredar soal kebiasaan ini. Ada yang percaya minum saat makan bisa mengganggu pencernaan, mengencerkan asam lambung, hingga membuat makanan sulit dicerna.
Sebaliknya, ada pula yang meyakini minum air putih saat makan justru membantu tubuh merasa kenyang lebih cepat sehingga mencegah makan berlebihan. Perbedaan pendapat ini membuat banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya bolehkah minum air putih saat makan?
Menurut sejumlah pakar kesehatan, minum air putih saat makan pada dasarnya aman dilakukan selama jumlahnya tidak berlebihan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kebiasaan ini justru membantu proses pencernaan dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Apakah Minum Air Saat Makan Mengganggu Pencernaan?
Dokter Arshpreet Saraan menjelaskan bahwa menyeruput air putih saat makan tidak akan secara langsung merusak sistem pencernaan. Air yang diminum bersama makanan akan masuk ke saluran cerna dan ikut membantu makanan bergerak dari kerongkongan menuju lambung.
Di lambung, makanan akan diproses dengan bantuan enzim pencernaan dan asam lambung. Air putih tidak serta-merta menghentikan proses tersebut.
Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, air justru membantu tubuh memecah makanan agar lebih mudah dicerna. Cairan juga membantu makanan bergerak lebih lancar menuju usus.
Artinya, anggapan bahwa minum air saat makan selalu berbahaya tidak sepenuhnya benar.
Air Putih Membantu Melunakkan Makanan
Saat mengunyah makanan, tubuh memerlukan cairan agar makanan lebih mudah ditelan. Air putih dapat membantu melunakkan tekstur makanan yang kering atau padat.
Contohnya saat mengonsumsi nasi, roti, daging, atau makanan bertekstur keras. Sedikit air putih bisa membantu proses menelan menjadi lebih nyaman.
Selain itu, air juga membantu makanan bercampur dengan cairan lambung sehingga proses pemecahan zat gizi berlangsung lebih baik.
Karena itu, minum secukupnya saat makan justru dapat membuat saluran pencernaan bekerja lebih efisien.
Menjaga Kelancaran Sistem Pencernaan
Ahli gizi Mackenzie Blair mengibaratkan sistem pencernaan seperti aliran sungai. Jika tidak ada cukup air, maka proses pergerakan makanan di saluran cerna bisa melambat.
Tubuh membutuhkan cairan untuk membantu mendorong makanan bergerak dari lambung ke usus. Jika asupan air kurang, risiko sembelit dan gangguan buang air besar dapat meningkat.
Minum air putih saat makan bisa menjadi salah satu cara sederhana membantu kebutuhan cairan harian.
Apalagi banyak orang yang sibuk dan sering lupa minum sepanjang hari. Dengan menyediakan air di meja makan, kebutuhan cairan bisa lebih mudah terpenuhi.
Benarkah Air Mengencerkan Asam Lambung?
Mitos paling sering terdengar adalah minum air saat makan dapat mengencerkan asam lambung dan membuat pencernaan terganggu.
Faktanya, tubuh manusia memiliki sistem yang sangat canggih. Lambung mampu menyesuaikan kadar asam dan enzim sesuai kebutuhan pencernaan.
Jika ada air masuk ke lambung, tubuh tetap akan menghasilkan asam lambung dan enzim yang diperlukan untuk memproses makanan.
Jadi, minum air dalam jumlah normal tidak akan membuat pencernaan berhenti bekerja.
Yang bisa menimbulkan masalah adalah jika seseorang minum terlalu banyak sekaligus hingga merasa penuh dan kembung.
Membantu Mengontrol Nafsu Makan
Minum air putih saat makan juga bisa membantu memberikan sinyal kenyang kepada otak.
Saat lambung mulai terisi makanan dan cairan, tubuh akan mengirimkan pesan bahwa kebutuhan makan mulai terpenuhi.
Inilah alasan mengapa sebagian orang merasa lebih cepat kenyang jika minum air sebelum atau saat makan.
Efek ini dapat membantu mengontrol porsi makan, terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan.
Namun tentu saja, air putih bukan pengganti makanan bergizi. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari makanan utama.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Meski aman bagi kebanyakan orang, ada beberapa kondisi yang perlu lebih berhati-hati saat minum air putih di sela makan.
- Penderita GERD
Orang dengan penyakit asam lambung atau GERD sebaiknya tidak minum terlalu banyak saat makan.
Cairan berlebih bersama makanan bisa meningkatkan tekanan di lambung. Kondisi ini berpotensi mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
Akibatnya, gejala seperti dada panas, mual, perut penuh, dan rasa asam di mulut bisa muncul.
Bagi penderita GERD, lebih baik minum sedikit demi sedikit dan hindari meneguk banyak sekaligus saat makan.
- Setelah Operasi Lambung
Orang yang baru menjalani operasi lambung juga perlu berhati-hati.
Minum saat makan dapat membuat lambung cepat terasa penuh sehingga porsi makan menjadi sangat sedikit.
Padahal masa pemulihan memerlukan asupan nutrisi yang cukup.
Karena itu, dokter biasanya menyarankan minum di luar waktu makan sesuai panduan medis.
- Orang yang Mudah Kembung
Sebagian orang mudah merasa begah atau kembung jika makan sambil banyak minum.
Jika mengalami kondisi ini, cobalah kurangi jumlah air saat makan dan minum di sela waktu lain.
Berapa Banyak Air yang Ideal Saat Makan?
Tidak ada aturan mutlak, tetapi minum secukupnya adalah pilihan terbaik.
Anda bisa menyeruput beberapa teguk air saat merasa haus atau ketika makanan terasa terlalu kering.
Hindari langsung menghabiskan satu gelas besar dalam sekali minum ketika sedang makan.
Minum perlahan lebih nyaman bagi lambung dan membantu tubuh menyesuaikan proses pencernaan.
Waktu Terbaik Minum Air Putih
Selain saat makan, kebutuhan cairan tetap perlu dipenuhi sepanjang hari.
Idealnya minum air putih dilakukan secara merata dari pagi hingga malam.
Jangan menunggu sangat haus baru minum banyak sekaligus.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu fungsi organ berjalan optimal, termasuk sistem pencernaan, sirkulasi darah, dan metabolisme.
Tips Aman Minum Air Saat Makan
Berikut beberapa tips sederhana:
- Minum sedikit demi sedikit, jangan berlebihan
- Pilih air putih suhu normal atau hangat
- Hindari minuman bersoda saat makan
- Batasi minuman sangat manis
- Kunyah makanan dengan baik sebelum minum
- Jika punya GERD, konsultasikan dengan dokter
Apakah Lebih Baik Sebelum atau Sesudah Makan?
Minum sebelum makan juga baik karena membantu tubuh terhidrasi dan dapat mengontrol porsi makan.
Minum sesudah makan pun tidak masalah, terutama jika ingin membantu membersihkan mulut dan tenggorokan.
Jadi, tidak ada satu aturan tunggal. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Kesimpulan
Minum air putih saat makan umumnya aman dan tidak merusak pencernaan. Dalam jumlah wajar, air justru membantu melunakkan makanan, mempermudah proses menelan, serta mendukung kelancaran saluran cerna.
Mitos bahwa air selalu mengencerkan asam lambung dan menghentikan pencernaan tidak sepenuhnya benar. Tubuh tetap mampu memproses makanan secara normal.
Namun bagi penderita GERD, orang yang baru operasi lambung, atau yang mudah kembung, kebiasaan ini perlu disesuaikan.
Kunci utamanya adalah minum secukupnya, tidak berlebihan, dan tetap memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Dengan begitu, tubuh tetap terhidrasi dan sistem pencernaan bekerja optimal.
Sumber : www.kompas.com
