Janice Tjen (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mencatatkan hasil membanggakan pada ajang Madrid Open 2026 setelah memastikan diri lolos ke babak kedua. Pada pertandingan babak pertama yang berlangsung di Lapangan 7 Park Manzanares, Rabu (22/4), Janice tampil solid dengan mengalahkan Alina Charaeva dua set langsung dengan skor 6-4, 6-2.
Kemenangan ini menjadi awal yang menjanjikan bagi Janice Tjen yang menjalani debutnya di turnamen level WTA 1000 tersebut. Sebagai petenis putri nomor satu Indonesia saat ini, Janice menunjukkan ketenangan serta kualitas permainan yang terus berkembang, terutama saat menghadapi tekanan dari lawan yang sempat memberikan perlawanan sengit di set pertama.
Sejak awal pertandingan, Janice langsung mengambil inisiatif serangan. Ia mampu mengamankan dua gim pertama dengan permainan agresif dan akurasi pukulan yang terjaga. Start cepat ini menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan diri di laga debutnya di Madrid Open 2026.
Meski demikian, Charaeva tidak tinggal diam. Petenis asal Rusia itu mulai menemukan ritme permainan pada gim ketiga. Ia memberikan tekanan balik yang cukup signifikan sehingga skor menjadi lebih ketat. Pertarungan di gim-gim awal berlangsung alot, memperlihatkan kualitas kedua pemain yang sama-sama berusaha mendominasi permainan dari baseline.
Charaeva kemudian berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3, sebelum akhirnya menyamakan kedudukan 3-3 setelah melalui duel panjang di gim keenam. Momentum sempat beralih ketika Charaeva mampu berbalik unggul 4-3 pada gim ketujuh. Situasi tersebut menjadi ujian mental bagi Janice Tjen yang tengah menjalani laga debut di turnamen besar.
Namun, Janice menunjukkan kematangan permainan yang patut diapresiasi. Ia tidak panik dan justru mampu merespons tekanan dengan sangat baik. Petenis muda Indonesia itu berhasil merebut tiga gim beruntun setelah tertinggal, sekaligus menutup set pertama dengan skor 6-4. Kemampuan membalikkan keadaan ini menjadi salah satu kunci kemenangan Janice dalam pertandingan tersebut.
Memasuki set kedua, Janice tampil jauh lebih percaya diri. Ia terlihat belajar dari pengalaman di set pertama dengan mengurangi kesalahan sendiri dan meningkatkan konsistensi pukulan. Hasilnya langsung terlihat, Janice mampu melesat dengan keunggulan cepat 4-0.
Dominasi Janice pada awal set kedua membuat Charaeva kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan yang terus diberikan membuat lawannya kerap melakukan kesalahan, baik dari sisi pengembalian bola maupun saat mencoba menyerang.
Meski sempat tertinggal cukup jauh, Charaeva mencoba bangkit pada dua gim berikutnya. Ia berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-4 dan memberikan sedikit perlawanan untuk menjaga asa. Namun, Janice kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang sedang dalam performa terbaik.
Pada gim ketujuh, Janice kembali mengambil alih kendali permainan dan memperlebar jarak menjadi 5-2. Ia tampil lebih tenang, disiplin dalam menjaga reli, serta efektif dalam memanfaatkan peluang untuk mencetak poin.
Pertandingan akhirnya ditutup oleh Janice pada gim kedelapan set kedua. Dengan keunggulan 40-15, ia memastikan kemenangan 6-2 sekaligus mengakhiri perlawanan Charaeva. Skor akhir 6-4, 6-2 menjadi bukti dominasi Janice, terutama di set kedua yang berlangsung relatif lebih singkat.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar hasil positif, tetapi juga menjadi penanda perkembangan signifikan dalam karier Janice Tjen. Bermain di turnamen sekelas Madrid Open tentu memberikan pengalaman berharga, terutama dalam menghadapi pemain-pemain dengan level kompetisi tinggi.
Keberhasilan melaju ke babak kedua membuat Janice akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Pada pertandingan berikutnya, ia dijadwalkan bertemu dengan unggulan ke-20 asal Rusia, Liudmila Samsonova. Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat Samsonova merupakan pemain dengan peringkat lebih tinggi dan pengalaman yang lebih matang di level WTA.
Meski demikian, performa Janice di babak pertama menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Kepercayaan diri yang meningkat, ditambah dengan kemampuan membaca permainan lawan, bisa menjadi faktor penentu dalam upaya menciptakan kejutan di turnamen ini.
Bagi dunia tenis Indonesia, pencapaian Janice Tjen di Madrid Open 2026 menjadi angin segar. Kehadirannya di level turnamen elite dunia menunjukkan bahwa potensi atlet tenis Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di kancah internasional.
Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin meniti karier di dunia tenis. Perjalanan Janice membuktikan bahwa dengan kerja keras, konsistensi, dan mental yang kuat, peluang untuk bersinar di panggung dunia tetap terbuka.
Partisipasi di turnamen besar seperti Madrid Open juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan jam terbang serta kualitas permainan. Menghadapi lawan-lawan dengan gaya bermain berbeda akan memperkaya pengalaman dan strategi di lapangan.
Secara keseluruhan, kemenangan Janice Tjen atas Alina Charaeva menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan panjangnya di Madrid Open 2026. Dengan performa yang terus meningkat dan mental bertanding yang semakin matang, peluang untuk melangkah lebih jauh tetap terbuka.
Kini, perhatian akan tertuju pada laga berikutnya saat Janice menghadapi Liudmila Samsonova. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya untuk melihat sejauh mana Janice mampu bersaing di level tertinggi tenis dunia.
Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan dan meminimalkan kesalahan, bukan tidak mungkin Janice Tjen kembali mencatatkan hasil positif dan melanjutkan langkahnya di Madrid Open 2026.
Sumber : www.cnnindonesia.com
