D4vd Didakwa Kasus Pembunuhan hingga Mutilasi (Sumber Foto : Arturo Holmes/Getty Images)
Buletinmedia.com – Kasus hukum yang menjerat David Burke, atau yang lebih dikenal secara profesional sebagai D4vd, telah mencapai babak baru yang mengguncang publik global. Penyanyi muda yang tengah berada di puncak popularitas ini kini menghadapi serangkaian tuduhan kriminal yang sangat berat, mulai dari pembunuhan berencana hingga tindakan asusila terhadap anak di bawah umur.
Detail yang terungkap dalam persidangan menggambarkan sebuah tragedi yang kontras dengan citra melankolis yang selama ini ia bangun lewat karya musiknya. Berikut adalah laporan mendalam mengenai fakta-fakta hukum, kronologi kejadian, dan motif di balik kasus yang menimpa Celeste Rivas Hernandez.
- Sidang Perdana: Pembelaan “Tidak Bersalah” di Balik Kaca Pengaman
Pada Senin, 20 April 2026 waktu Amerika Serikat, David Burke hadir dalam sidang perdana di pengadilan setempat. Mengenakan pakaian hitam dan tampak tenang namun waspada, penyanyi berusia 21 tahun tersebut mendengarkan pembacaan dakwaan dari balik kaca pengaman ruang tahanan.
Melalui kuasa hukumnya, Burke secara resmi mengajukan pembelaan tidak bersalah atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Meski demikian, berdasarkan beratnya bukti yang diajukan jaksa penuntut, hakim memutuskan bahwa Burke tetap ditahan tanpa jaminan (no bail) selama proses persidangan berlangsung.
Kehadiran orang tua korban di ruang sidang menambah suasana emosional. Meski tidak memberikan pernyataan resmi kepada media, kehadiran mereka menjadi pengingat nyata akan duka mendalam yang menyelimuti keluarga Rivas Hernandez sejak hilangnya putri mereka setahun lalu.
- Kronologi Hilangnya Celeste Rivas Hernandez
Kasus ini bermula pada akhir tahun 2024 ketika keluarga Celeste Rivas Hernandez melaporkan hilangnya remaja tersebut. Pada awalnya, pihak berwenang mengategorikan kasus ini sebagai insiden “anak lari dari rumah”. Namun, penyelidikan berubah drastis ketika waktu berlalu tanpa ada tanda-tanda keberadaan Celeste.
Penemuan Jasad di Dalam Tesla
Hampir setahun setelah terakhir kali terlihat hidup, titik terang muncul melalui penemuan sebuah mobil Tesla yang terbengkalai di sebuah lokasi terpencil. Di dalam kendaraan yang diduga milik David Burke itulah, tubuh Celeste ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Laporan forensik mengonfirmasi bahwa korban telah meninggal dunia sejak April 2025, diduga akibat luka senjata tajam yang dialaminya di sebuah rumah di kawasan elite Hollywood Hills.
- Motif Mengejutkan: Melindungi Karier Musik yang Sedang Menanjak
Salah satu aspek yang paling disorot oleh tim penyelidik adalah motif di balik tindakan keji tersebut. Jaksa penuntut, yang dipimpin oleh Hochman, mengungkapkan dugaan kuat bahwa pembunuhan ini dilakukan secara terencana untuk “membungkam” korban demi menyelamatkan reputasi dan karier Burke.
Berdasarkan dokumen dakwaan, terungkap fakta-fakta berikut:
- Hubungan Terlarang: Burke diduga terlibat hubungan seksual dengan korban selama lebih dari satu tahun (September 2023 – September 2024).
- Usia Korban: Saat hubungan tersebut dimulai, Celeste baru berusia 13 tahun, yang secara hukum masuk dalam kategori tindakan asusila berat terhadap anak di bawah umur.
- Ancaman Laporan: Korban dilaporkan mengancam akan mengungkap hubungan tersebut ke publik. Ancaman inilah yang diduga memicu Burke untuk mengambil langkah ekstrem guna memastikan rahasia tersebut tetap terkubur.
Ironisnya, album debut Burke yang bertajuk Withered dirilis hanya berselang dua hari setelah Celeste terakhir kali terlihat hidup. Hal ini memunculkan spekulasi mengerikan di kalangan publik mengenai aktivitas Burke di tengah masa peluncuran karya seninya.
- Daftar Dakwaan dan Unsur Pemberat
Kejaksaan tidak main-main dalam menyusun tuntutan. David Burke menghadapi dakwaan berlapis yang mencakup:
- Pembunuhan Tingkat Pertama: Dugaan pembunuhan yang direncanakan dengan matang.
- Tindakan Asusila terhadap Anak: Pelanggaran hukum terkait hubungan seksual dengan anak di bawah usia 14 tahun.
- Mutilasi Tubuh: Tindakan keji pasca-pembunuhan untuk menyembunyikan identitas korban atau menghilangkan bukti.
- Pembunuhan Saksi: Menghilangkan nyawa seseorang yang berpotensi menjadi saksi kunci dalam kasus pelecehan.
Potensi Hukuman Mati
Jaksa menyebutkan adanya unsur pemberat (special circumstances) dalam kasus ini. Pembunuhan yang dilakukan demi keuntungan finansial (dalam hal ini mempertahankan kontrak musik dan penghasilan) serta pembunuhan terhadap saksi adalah faktor yang dapat membawa terdakwa pada hukuman mati.
“Kami memiliki bukti fisik, forensik, dan jejak digital yang solid. Kami akan membuktikan dakwaan ini di pengadilan tanpa keraguan yang wajar,” tegas Jaksa Hochman dalam konferensi persnya.
- Dampak pada Industri Hiburan dan Opini Publik
Kasus D4vd bukan sekadar berita kriminal biasa; ini adalah guncangan besar bagi industri musik global. David Burke selama ini dikenal sebagai sosok bertalenta dengan basis penggemar remaja yang sangat besar. Terungkapnya sisi gelap yang melibatkan eksploitasi anak dan kekerasan ekstrem memicu perdebatan luas mengenai pengawasan terhadap artis pendatang baru.
Analisis Keamanan dan Kekuasaan
Publik kini mempertanyakan bagaimana seorang musisi muda dapat menyembunyikan tindakan kriminal sekolosal ini selama hampir setahun. Muncul desakan untuk melakukan investigasi lebih lanjut apakah ada pihak lain di lingkungan industri atau manajemen yang mengetahui tindakan Burke namun memilih untuk bungkam demi menjaga aset komersial mereka.
- Tabel Ringkasan Fakta Kasus David Burke (D4vd)
| Aspek | Detail Informasi |
| Terdakwa | David Burke (D4vd), 21 Tahun |
| Korban | Celeste Rivas Hernandez (13-14 Tahun) |
| Lokasi Kejadian | Hollywood Hills, AS |
| Waktu Kematian | Diduga April 2025 |
| Tuduhan Utama | Pembunuhan Tingkat I, Asusila Anak, Mutilasi |
| Barang Bukti | Mobil Tesla, Bukti Digital, Forensik Senjata Tajam |
| Status Hukum | Ditahan tanpa jaminan; Mengaku tidak bersalah |
Kesimpulan: Menanti Keadilan bagi Celeste
Saat ini, proses hukum masih terus bergulir. Masyarakat dunia memantau dengan ketat setiap perkembangan di ruang sidang. Bagi keluarga Celeste Rivas Hernandez, ini adalah perjuangan panjang untuk mendapatkan keadilan atas nyawa yang hilang di usia yang sangat belia.
Bagi industri musik, kasus ini menjadi noda hitam yang tidak mudah dihapus. Ini adalah pengingat pahit bahwa di balik gemerlap panggung dan angka streaming yang jutaan, terkadang tersimpan realitas yang jauh lebih kelam dan mengerikan. Sidang lanjutan dijadwalkan akan segera dilaksanakan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi ahli dan pemeriksaan bukti digital lebih lanjut.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan laporan hukum dan informasi publik yang tersedia hingga April 2026. Prinsip praduga tak bersalah tetap berlaku hingga ada keputusan inkrah dari pengadilan.
Sumber : www.kumparan.com
