Arus balik macet 7 kilometer mendekati rest area 207 Palikanci, Korlantas Polri siapkan rekayasa lalu lintas hadapi kepadatan kendaraan (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kemacetan panjang mewarnai arus balik Lebaran di ruas Tol Trans Jawa, khususnya di jalur Tol Kanci–Pejagan hingga Tol Palikanci, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis sore. Antrean kendaraan pemudik dilaporkan mengular hingga tujuh kilometer, menyebabkan laju kendaraan tersendat dan kecepatan rata-rata turun drastis.
Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya volume kendaraan yang kembali menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya setelah libur Lebaran. Titik kepadatan terparah terpantau menjelang rest area KM 207 di ruas Tol Palikanci, yang menjadi salah satu lokasi favorit pemudik untuk beristirahat.
Kepadatan Parah di Sekitar Rest Area
Kemacetan yang terjadi di ruas ini bukan tanpa sebab. Berdasarkan pantauan di lapangan, perlambatan arus kendaraan dipicu oleh tingginya aktivitas keluar-masuk kendaraan di rest area. Banyak pemudik yang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh, sehingga terjadi penumpukan kendaraan di jalur utama.
Akibatnya, kecepatan kendaraan di sekitar lokasi tersebut menurun hingga di bawah 20 kilometer per jam. Kondisi ini berdampak pada antrean panjang yang menjalar hingga tujuh kilometer, mulai dari KM 214 Tol Kanci–Pejagan hingga KM 207 Tol Palikanci arah Jakarta.
Volume Kendaraan Tembus Puluhan Ribu
Lonjakan arus balik juga terlihat dari tingginya volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Kanci–Pejagan. Sejak Kamis dini hari hingga sore, tercatat sebanyak 44.800 kendaraan telah melintasi jalur tersebut.
Rata-rata intensitas kendaraan mencapai sekitar 2.100 unit per jam, yang menunjukkan tingginya mobilitas pemudik pada periode arus balik ini. Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring belum berakhirnya masa arus balik Lebaran.
Proyeksi Arus Balik Masih Tersisa 36 Persen
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa arus balik Lebaran masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan proyeksi yang ada, sekitar 36 persen dari total 3,4 juta pemudik masih belum kembali ke wilayah asalnya.
Hal ini menunjukkan bahwa potensi kepadatan lalu lintas di jalur Tol Trans Jawa, termasuk Tol Kanci–Pejagan dan Palikanci, masih cukup tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan merencanakan perjalanan dengan matang.
Menurut Agus, kepadatan kendaraan memang cenderung terjadi di titik-titik tertentu, terutama di sekitar rest area. Hal ini menjadi perhatian utama dalam pengaturan lalu lintas selama periode arus balik.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Untuk mengurangi kemacetan dan memperlancar arus kendaraan, pihak Kepolisian melalui Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah sistem contra flow di beberapa titik rawan kepadatan, khususnya di sekitar rest area di jalur Tol Trans Jawa.
Rekayasa ini diharapkan dapat menambah kapasitas jalur kendaraan menuju Jakarta, sehingga antrean panjang bisa segera terurai. Selain itu, pengaturan akses masuk ke rest area juga menjadi fokus utama guna mencegah penumpukan kendaraan di jalur utama.
Imbauan untuk Pemudik
Dalam situasi arus balik yang masih cukup padat, pemudik diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara disarankan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Selain itu, pemudik juga diminta untuk memanfaatkan rest area secara bijak dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah lelah. Waktu istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga konsentrasi selama berkendara.
Penting juga untuk selalu memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi, sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan lebih efektif dan terhindar dari titik-titik kemacetan parah.
Kesimpulan
Kemacetan sepanjang tujuh kilometer di ruas Tol Kanci–Pejagan hingga Palikanci menjadi gambaran nyata tingginya arus balik Lebaran tahun ini. Faktor utama penyebab kepadatan adalah aktivitas kendaraan di rest area serta tingginya volume lalu lintas yang belum sepenuhnya mereda.
Dengan masih tersisanya 36 persen pemudik yang belum kembali, potensi kemacetan diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, sinergi antara petugas dan kesadaran pengguna jalan menjadi kunci utama untuk menciptakan perjalanan yang aman, lancar, dan nyaman selama arus balik Lebaran.
