Jelang arus mudik, jalur Pantura Cirebon diperbaiki dengan penambalan aspal (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kementerian Pekerjaan Umum mulai melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon, Jawa Barat. Perbaikan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat musim mudik sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.
Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan banyak ruas jalan berlubang dan bergelombang sehingga berpotensi membahayakan para pengendara yang melintas di jalur arteri tersebut.
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Bidang Marga Provinsi Jawa Barat terlihat mulai melakukan perbaikan jalan di jalur nasional Pantura Gebang, Kabupaten Cirebon, pada Kamis pagi. Perbaikan yang dilakukan berupa penambalan aspal pada jalan yang berlubang serta pengelupasan lapisan aspal yang rusak.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk memastikan jalur Pantura tetap aman dan nyaman dilalui oleh para pemudik yang akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
Perbaikan Jalan Dilakukan Bertahap
Banyaknya titik kerusakan di sepanjang jalur Pantura membuat proses perbaikan jalan harus dilakukan secara bertahap. Petugas memperbaiki satu per satu titik jalan yang mengalami kerusakan agar kondisi jalan dapat kembali layak dilalui kendaraan.
Rata-rata kerusakan yang ditemukan di jalur Pantura berupa jalan berlubang dan bergelombang. Kerusakan tersebut umumnya terjadi karena jalan tidak mampu menahan beban kendaraan berat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Sebagai salah satu jalur utama transportasi darat di Pulau Jawa, jalur Pantura memang dikenal memiliki volume kendaraan yang sangat tinggi. Selain dilalui kendaraan pribadi, jalur ini juga menjadi jalur utama bagi kendaraan logistik dan truk pengangkut barang.
Beban kendaraan yang besar serta intensitas lalu lintas yang tinggi membuat kondisi jalan lebih cepat mengalami kerusakan jika tidak dilakukan perawatan secara berkala.
Curah Hujan Tinggi Percepat Kerusakan Jalan
Selain faktor beban kendaraan, tingginya curah hujan juga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di jalur Pantura Cirebon. Air hujan yang masuk ke dalam lapisan aspal dapat mempercepat proses kerusakan jalan sehingga memicu munculnya lubang di permukaan jalan.
Ketika air menggenang di permukaan jalan, lapisan aspal akan menjadi lebih mudah retak dan terkelupas. Kondisi tersebut semakin diperparah ketika dilalui oleh kendaraan berat seperti truk dan bus yang memiliki beban besar.
Akibatnya, dalam waktu singkat jalan dapat mengalami kerusakan yang cukup signifikan dan berpotensi membahayakan pengendara.
Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum berupaya mempercepat proses perbaikan jalan agar kerusakan tidak semakin meluas menjelang musim mudik.
Perbaikan Dilakukan di Sejumlah Titik Jalur Pantura
Perbaikan jalan tidak hanya dilakukan di wilayah Pantura Gebang, tetapi juga di beberapa titik lain di sepanjang jalur Pantura Cirebon. Salah satunya adalah ruas jalan dari Pantura Palimanan hingga Pantura Losari yang berbatasan langsung dengan wilayah Brebes, Jawa Tengah.
Sejumlah petugas terlihat melakukan penambalan aspal di berbagai titik jalan yang berlubang. Dengan menggunakan alat berat dan peralatan perbaikan jalan, petugas bekerja untuk menutup lubang-lubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Namun, proses perbaikan jalan ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur Pantura Gebang mengalami sedikit hambatan. Hal ini terjadi karena adanya penyempitan lajur jalan di lokasi perbaikan.
Meski demikian, petugas di lapangan tetap berupaya mengatur arus lalu lintas agar kendaraan yang melintas tetap dapat bergerak dengan lancar.
Pengendara Masih Temukan Jalan Berlubang
Sementara itu, sejumlah pemudik yang sudah mulai melakukan perjalanan lebih awal mengaku masih menemukan beberapa titik jalan berlubang di sepanjang jalur Pantura.
Salah seorang pengendara motor, Toharudin, mengatakan bahwa dirinya masih menjumpai kondisi jalan yang rusak di beberapa wilayah saat melintas dari Bekasi menuju Cirebon.
Ia mengaku memilih melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan kendaraan yang biasanya terjadi saat puncak arus mudik Lebaran.
Menurutnya, kondisi jalan di beberapa titik masih memerlukan perbaikan agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.
Ia juga menyebutkan bahwa kerusakan jalan masih terlihat di beberapa wilayah seperti Kanci, Pangenan, dan Gebang.
“Ini mau mudik ke Salatiga. Kondisi jalan masih rusak dan berlubang di daerah Kanci, Pangenan, dan Gebang,” ujar Toharudin.
Ditargetkan Rampung Sebelum Arus Mudik
Pemerintah menargetkan perbaikan jalur Pantura di wilayah Cirebon dapat selesai sebelum arus mudik Lebaran mulai meningkat. Proses perbaikan jalan diperkirakan akan rampung sekitar sepuluh hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
Dengan selesainya perbaikan tersebut, diharapkan jalur Pantura Cirebon sudah dalam kondisi lebih baik sehingga dapat mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Selain meningkatkan kenyamanan perjalanan, perbaikan jalan juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat kondisi jalan yang rusak.
Jalur Pantura sendiri merupakan salah satu jalur utama yang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan logistik.
Karena itu, kesiapan infrastruktur jalan menjadi faktor penting untuk memastikan perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman bagi para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman.
