Sebuah pipa utama penyalur air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon, Jawa Barat, jebol pada Kamis pagi (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Peristiwa jebolnya pipa utama penyalur air bersih kembali terjadi di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Sebuah pipa utama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga jebol pada Kamis pagi. Akibat insiden tersebut, pasokan air bersih kepada ribuan pelanggan di Kota Cirebon dan sekitarnya mengalami gangguan signifikan.
Pipa utama PDAM Kota Cirebon yang jebol tersebut diketahui memiliki diameter enam ratus milimeter. Kerusakan pada pipa menyebabkan air bertekanan tinggi menyembur deras ke permukaan jalan dengan volume mencapai sekitar seribu liter per detik. Derasnya semburan air sempat membanjiri badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Insiden pipa PDAM jebol ini terjadi di kawasan Tanjakan Plangon, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Lokasi tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Cirebon dengan Kabupaten Kuningan. Selain menjadi jalur utama transportasi, kawasan ini juga dilalui oleh pipa distribusi air bersih dari sumber mata air di wilayah Kuningan menuju Kota Cirebon.
Dalam rekaman video amatir yang direkam warga dan beredar luas di media sosial, terlihat air menyembur kuat dari dalam tanah hingga merusak lapisan aspal jalan. Air berwarna keruh tampak mengalir deras dan menutup sebagian badan jalan, sehingga membuat pengendara harus melambatkan laju kendaraan bahkan berhenti sementara.
Derasnya semburan air dari pipa PDAM Kota Cirebon yang jebol tersebut membuat kondisi jalanan menjadi licin dan berbahaya bagi pengguna jalan. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat terlihat berhati-hati saat melintas, sementara sebagian pengendara memilih memutar balik untuk menghindari lokasi kejadian.
Tak hanya membanjiri jalan, semburan air juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Aspal jalan terlihat terkelupas dan ambles, membentuk lubang besar di tengah jalan. Lubang tersebut memiliki diameter sekitar satu setengah meter dengan kedalaman lebih dari satu meter, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pada Kamis pagi, intensitas semburan air mulai berkurang setelah petugas PDAM Kota Cirebon melakukan penutupan aliran air dari sumber utama. Penutupan dilakukan dari wilayah sumber air Paniis, Kabupaten Kuningan, guna mengurangi tekanan air dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Petugas PDAM bersama aparat terkait langsung memasang pembatas dan rambu peringatan di sekitar lokasi pipa jebol. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas serta memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan awal dan investigasi penyebab kebocoran.
PDAM Kota Cirebon memastikan bahwa pipa yang jebol merupakan pipa utama berdiameter enam ratus milimeter yang berfungsi menyalurkan air bersih dari wilayah Kabupaten Kuningan menuju Kota Cirebon. Pipa tersebut diketahui memiliki usia cukup tua, yakni sekitar lima puluh tahun, dan telah beroperasi sejak puluhan tahun lalu.
Diduga kuat, kerusakan pipa PDAM Kota Cirebon ini disebabkan oleh faktor usia pipa yang sudah tua serta tekanan beban jalan di atasnya. Jalur Cirebon–Kuningan dikenal sebagai jalur dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, termasuk kendaraan bertonase besar, sehingga berpotensi memberikan tekanan tambahan pada pipa yang tertanam di bawah permukaan jalan.
Akibat jebolnya pipa utama tersebut, pasokan air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Cirebon terganggu. Puluhan ribu pelanggan PDAM dilaporkan tidak mendapatkan suplai air bersih secara normal. Beberapa wilayah bahkan mengalami penghentian sementara aliran air hingga proses perbaikan selesai dilakukan.
Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Cirebon, Nedi Tresnadi, membenarkan adanya insiden kebocoran pipa utama tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebocoran sudah terdeteksi sejak Rabu malam dan pihaknya langsung mengambil langkah penanganan darurat.
“Memang telah terjadi kebocoran pipa berukuran enam ratus milimeter pada hari Rabu sekitar pukul 21.55 WIB. Kami langsung melakukan penanganan dengan mematikan pompa di bagian bawah karena dikhawatirkan mengalami panas dan berpotensi menimbulkan kebakaran. Setelah itu, kami juga telah mengumumkan adanya gangguan distribusi air melalui media sosial,” ujar Nedi Tresnadi.
Menurutnya, langkah cepat tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan lanjutan dan memastikan keselamatan lingkungan sekitar. Ia juga menyampaikan bahwa PDAM Kota Cirebon menargetkan perbaikan pipa dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
“Untuk estimasi perbaikan, kemungkinan sekitar satu hari sudah bisa diselesaikan, tergantung kondisi di lapangan. Kami masih melakukan pemetaan lokasi dan persiapan penggantian bagian pipa yang rusak,” tambahnya.
Hingga saat ini, petugas PDAM Kota Cirebon masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti jebolnya pipa tua tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah kerusakan murni disebabkan oleh usia pipa atau ada faktor lain, seperti pergeseran tanah atau tekanan kendaraan berat.
Peristiwa pipa PDAM Kota Cirebon jebol ini kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait kondisi infrastruktur air bersih yang sudah berusia tua. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan PDAM dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan pipa distribusi air bersih, khususnya pipa-pipa lama yang rawan mengalami kerusakan.
Warga terdampak mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari akibat gangguan pasokan tersebut. Beberapa di antaranya terpaksa menampung air hujan atau membeli air bersih dari penjual air keliling untuk kebutuhan mandi, memasak, dan mencuci.
Selain itu, gangguan pasokan air bersih juga berdampak pada aktivitas usaha kecil, rumah makan, serta fasilitas umum yang bergantung pada ketersediaan air. Kondisi ini menambah urgensi bagi PDAM Kota Cirebon untuk segera menyelesaikan perbaikan pipa yang jebol.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap upaya perbaikan dan pembaruan infrastruktur air bersih. Pembaruan jaringan pipa dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang, mengingat kebutuhan air bersih masyarakat Kota Cirebon terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
PDAM Kota Cirebon juga mengimbau pelanggan untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Masyarakat diminta untuk menggunakan air secara bijak dan menyiapkan cadangan air jika memungkinkan, hingga distribusi air kembali normal.
Dengan adanya kejadian ini, PDAM Kota Cirebon berkomitmen untuk meningkatkan pemeliharaan jaringan pipa serta melakukan penggantian pipa-pipa tua secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan layanan air bersih dan meminimalkan gangguan distribusi di masa mendatang.
