(Arsip PSSI)
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, memberikan evaluasi tegas usai skuad Garuda gagal mempertahankan keunggulan di awal pertandingan melawan Arab Saudi pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Indonesia sempat membuat publik optimistis ketika Kevin Diks berhasil mengeksekusi penalti dengan tenang di menit ke-11. Gol tersebut membuat Indonesia unggul 1-0 dan seperti mendapat momentum untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, alih-alih mempertahankan ritme, justru kesalahan mendasar dalam menjaga keseimbangan permainan membuat keunggulan itu buyar dengan cepat.
Enam menit setelah gol pertama, Abu Al Shamat menghukum lini belakang Indonesia lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi. Belum pulih dari kebobolan itu, Arab Saudi kembali mendapat hadiah penalti yang sukses dieksekusi Firas Al Buraikan di menit ke-26, membuat Indonesia tertinggal 1-2.
Kluivert secara terbuka menyoroti kelemahan yang tampak jelas di lapangan. Menurutnya, pemain Indonesia gagal menjaga jarak antar lini sehingga memberi ruang terlalu leluasa bagi pemain sayap Arab Saudi untuk menusuk ke jantung pertahanan. Kondisi tersebut membuat pola bertahan Indonesia rapuh dan mudah ditembus.
“Kami memulai laga dengan bagus, tapi setelah unggul 1-0, kami kehilangan kendali permainan. Itu tidak boleh terjadi di level ini, namun kenyataannya terjadi. Gol-gol yang kami terima seharusnya bisa dihindari,” ungkap Kluivert dalam sesi konferensi pers.
Pada babak kedua, skuad Garuda mencoba meningkatkan tempo untuk mengejar ketertinggalan. Namun, serangan balik cepat Arab Saudi kembali membuat gawang Indonesia jebol melalui gol kedua Al Buraikan. Meski Kevin Diks sempat memperkecil skor lewat penalti di penghujung laga, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 3-2.
Bagi Kluivert, hasil ini meninggalkan rasa kecewa mendalam, tetapi ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat karena jalan di kualifikasi masih panjang.
“Pertandingan ini jelas mengecewakan, tapi kami menghadapi lawan yang kuat. Masih ada laga lain yang harus kami mainkan. Kami tidak boleh menundukkan kepala,” pungkasnya.
