Foto profil band diduga hasil buatan AI, The Velvet Sundown (Instagram @ thevelvetsundownband)
Buletinmedia.com – Band The Velvet Sundown di Spotify menarik perhatian karena dugaan dibuat dengan kecerdasan buatan (AI). Meskipun baru sebulan sejak akun mereka dibuat, band ini sudah mengumpulkan lebih dari 400 ribu pendengar bulanan. Dalam waktu singkat, mereka juga merilis dua album penuh, yaitu Floating on Echoes pada 5 Juni dan Dust in Silence pada 20 Juni, serta dijadwalkan merilis album ketiga berjudul Paper Sun Rebellion pada 14 Juli.
Album pertama dan kedua masing-masing berisi 13 lagu dengan durasi sekitar 36-37 menit. Lagu “Dust on the Wind” menjadi yang paling banyak didengar dengan lebih dari 380 ribu pendengar, diikuti “Drift Beyond the Flame” dengan puluhan ribu pendengar. Popularitas lagu-lagu ini cukup mencolok untuk sebuah band yang baru debut.
Profil band menyebutkan empat anggota, yaitu Gabe Farrow (vokalis dan ahli mellotron), Lennie West (gitaris), Milo Rains (bassis dan alkemis synth), dan Orion ‘Rio’ Del Mar (perkusionis). Namun, tidak ada informasi tentang kota atau negara asal mereka, yang menambah kecurigaan seputar keberadaan band ini.
Pengguna Reddit mulai menyelidiki band ini setelah menemukan lagu mereka masuk dalam daftar putar Discover Weekly. Mereka menemukan akun Instagram @thevelvetsundownband yang menampilkan gambar-gambar diduga hasil karya AI, memperkuat spekulasi bahwa The Velvet Sundown bukan band konvensional.
Selain Spotify, lagu The Velvet Sundown juga tersedia di platform lain seperti Apple Music dan Deezer. Deezer bahkan sudah mengembangkan teknologi untuk mengidentifikasi dan menandai musik yang dihasilkan oleh AI secara publik, yang relevan mengingat kontroversi seputar band ini.
