Meski telah berlalu hampir enam tahun, kisah yang dialami dokter kecantikan kondang Richard Lee pada tahun 2019 kembali mencuat ke permukaan. Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Minggu, 11 Mei 2025, Richard memutuskan untuk bicara—bukan demi drama, tetapi demi edukasi.
Dalam unggahannya, Richard membongkar sebuah pengalaman tak mengenakkan yang melibatkan mantan anggota boyband CJR, Aldy Maldini. Kala itu, pihak Richard yang tengah mempersiapkan grand opening untuk Athena Lampung, membayar honorarium sebesar Rp10 juta agar Aldy turut hadir meramaikan acara bersama figur publik lainnya, Chika Jessika. Namun, alih-alih muncul di panggung, Aldy justru absen tanpa kejelasan, dan dana yang telah dibayarkan pun tak pernah kembali.
Richard menyertakan bukti percakapan—screenshot yang menunjukkan bahwa ia sempat meminta refund. Namun dari pihak Aldy, ada pernyataan yang menyebut bahwa pengembalian dana telah ditawarkan, namun tidak mendapat respons dari pihak penyelenggara.
“Saya udah tawarkan refund, kalian tidak ada respons,” kata Aldy kala itu dalam percakapan yang kini dipublikasikan.
Bahkan, Aldy mengaku sempat mengusulkan solusi lain: mengganti jadwal tampil di tanggal berbeda. Sayangnya, tawaran itu juga mentok. “Tawar pindah tanggal, nggak mau. Pihak kalian yang nggak ada solusi,” jelasnya dengan nada kecewa.
Namun, menurut Richard, tak pernah ada tindak lanjut yang menyelesaikan masalah secara tuntas. Hingga kini, dana tersebut tak pernah kembali, dan peristiwa itu menjadi pelajaran pahit yang terpendam bertahun-tahun.
“Dulu saya bukan siapa-siapa. Saya memilih diam karena takut bicara. Tapi sekarang, setelah saya angkat cerita ini, ternyata banyak yang mengaku mengalami hal serupa. Dan saya sadar, mungkin kalau saya bicara lebih awal, orang lain bisa lebih waspada,” ungkap Richard dalam unggahannya.
Yang menjadi sorotan dari pernyataan Richard bukanlah soal nominal yang hilang, melainkan sikap profesionalitas dalam dunia kerja. Baginya, nilai uang bisa dicari, namun integritas tidak bisa dibeli.
“Ini bukan tentang uang, tapi tentang etika dan tanggung jawab. Ketika seseorang menerima pekerjaan profesional, sudah seharusnya ada komitmen moral yang dijaga,” tegasnya.
Richard menutup pernyataannya dengan harapan: semoga pengalamannya bisa menjadi pengingat bagi siapa pun yang bekerja di industri hiburan, brand, hingga para fans figur publik, agar lebih berhati-hati dan tidak buta oleh popularitas semata.
“Saya tidak punya niat menjatuhkan siapa pun. Saya hanya berbagi pengalaman pribadi, agar bisa menjadi pelajaran untuk semua. Jangan sampai ada korban berikutnya,” pungkasnya.
