Hujan deras disertai angin kencang mengamuk di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (26/10/2026), hingga menghancurkan puluhan rumah warga.(KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)
BANDUNG BARAT – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Senin (26/10/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan 68 rumah warga mengalami kerusakan, dua masjid rusak berat, serta sejumlah fasilitas umum dan bangunan usaha milik desa terdampak.
Berdasarkan hasil asesmen cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat hingga pukul 18.00 WIB, kerusakan terjadi di Perumahan Pondok Padalarang Indah (PPI) dan Kampung Sudimampir, Desa Padalarang.
Dari total 68 rumah terdampak, sebanyak 17 rumah mengalami kerusakan berat, lima rumah rusak sedang, dan 46 rumah lainnya rusak ringan. Bagian atap menjadi salah satu bagian bangunan yang terdampak akibat terjangan angin kencang.
Kejadian ini juga menyebabkan satu warga mengalami luka ringan. Sementara itu, tidak ada laporan korban jiwa berdasarkan data BPBD yang disampaikan pada hari kejadian.
Angin Kencang di Padalarang Rusak Puluhan Rumah
Kerusakan rumah warga menjadi salah satu dampak utama angin kencang di Padalarang. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, sehingga membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing bangunan.
Rumah yang mengalami kerusakan berat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keamanannya. Sementara itu, bangunan dengan kerusakan sedang dan ringan juga perlu diperiksa agar bagian yang terdampak tidak membahayakan penghuni.
BPBD mencatat sebanyak 68 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut. Pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi warga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan bantuan yang diperlukan.
Dua Masjid dan Bangunan Desa Ikut Terdampak
Selain permukiman warga, angin kencang di Padalarang juga merusak sejumlah fasilitas umum dan bangunan milik desa.
Dua masjid dilaporkan mengalami kerusakan berat. Selain itu, kantor ketahanan pangan dan kandang ternak domba milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Padalarang juga mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Padalarang tercatat mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan pada berbagai bangunan tersebut menambah kebutuhan penanganan pascakejadian. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan serta menentukan langkah perbaikan yang sesuai.
BPBD Lakukan Pendataan dan Pembersihan Puing
Setelah kejadian, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama perangkat Desa Padalarang, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), pengurus RT dan RW, serta warga setempat melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Kegiatan tersebut meliputi pendataan tingkat kerusakan dan pembersihan puing-puing bangunan. Upaya ini dilakukan untuk membantu penanganan awal sekaligus mengidentifikasi kebutuhan warga yang terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, menyampaikan bahwa kerusakan bangunan, terutama pada bagian atap rumah, menyebabkan puluhan keluarga terdampak.
Pendataan dilakukan secara bertahap. Jumlah kerusakan dan kebutuhan bantuan masih dapat berubah sesuai perkembangan asesmen di lapangan.
Warga Membutuhkan 40 Lembar Terpal
Di tengah proses penanganan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan masih membutuhkan bantuan darurat untuk mengantisipasi hujan susulan.
BPBD Kabupaten Bandung Barat mencatat kebutuhan sedikitnya 40 lembar terpal untuk membantu melindungi rumah warga yang terdampak. Terpal tersebut diperlukan untuk menutup bagian atap atau bangunan yang terbuka agar air hujan tidak mudah masuk ke dalam rumah.
Penyaluran bantuan mendesak dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi warga.
Warga Diimbau Waspada terhadap Cuaca Ekstrem
Peristiwa angin kencang di Padalarang menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi.
Warga diimbau menghindari pohon besar, papan reklame, tiang listrik, dan bangunan yang terlihat rapuh saat angin bertiup kencang. Jika berada di luar rumah, segera cari tempat berlindung di bangunan kokoh dan jauhi benda-benda yang berpotensi jatuh atau beterbangan.
Masyarakat juga perlu berhati-hati saat memeriksa rumah yang mengalami kerusakan. Hindari mendekati atap yang menggantung, rangka bangunan yang tidak stabil, maupun kabel listrik yang terjatuh.
Hingga asesmen BPBD pada Senin (26/10/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 68 rumah terdampak angin kencang di Kecamatan Padalarang. Selain itu, dua masjid dan sejumlah bangunan milik desa mengalami kerusakan.
Petugas bersama warga masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak. Sementara itu, kebutuhan bantuan darurat terus disesuaikan dengan hasil asesmen untuk membantu warga menghadapi dampak cuaca ekstrem tersebut.
