Sumber Foto: Metro TV News
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu malam, 21 Oktober 2026. Titik api terdeteksi sekitar pukul 20.44 WIB di Grid 15 M, Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api masih terlihat menyala ketika pemantauan dilakukan. Petugas TNGC bersama masyarakat sekitar kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan agar kebakaran tidak meluas.
Titik Api Terpantau pada Malam Hari
Kebakaran diketahui melalui pemantauan udara yang dilakukan dalam rangka pengawasan kebakaran hutan dan lahan. Dalam dokumentasi yang beredar, kobaran api terlihat di tengah kawasan hutan yang gelap, disertai asap yang membubung ke udara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api masih aktif ketika laporan awal diterima.
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, membenarkan adanya kebakaran di wilayah Resor Pasawahan. Informasi awal menyebutkan lokasi berada di Grid 15 M, yang termasuk dalam SPTN Wilayah I Kuningan. Meski titik kejadian sudah diketahui, petugas masih perlu melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi dan dampak kebakaran.
Lokasi Berada di Kawasan Pasawahan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik kebakaran berada di kawasan TNGC wilayah Pasawahan yang berbatasan dengan Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan. Akses menuju lokasi disebut dapat melalui desa tersebut. Namun, kondisi medan dan waktu kejadian pada malam hari menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh petugas ketika bergerak ke titik api.
Kawasan Gunung Ciremai merupakan wilayah konservasi yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan, termasuk sebagai tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan satwa. Karena itu, kebakaran di kawasan ini perlu ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Meski begitu, besarnya dampak kejadian kali ini belum bisa dipastikan sebelum dilakukan pendataan di lapangan.
Petugas dan Warga Berupaya Memadamkan Api
Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama masyarakat sekitar bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan. Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dari wilayah Mandirancan dan Pasawahan juga terlibat dalam upaya penanganan. Kerja sama tersebut diperlukan karena warga setempat memahami kondisi wilayah dan akses di sekitar kawasan hutan.
Upaya pemadaman menjadi prioritas untuk menekan kemungkinan api merambat ke area lain. Namun, belum ada keterangan pasti mengenai berapa lama proses penanganan akan berlangsung atau kapan api dapat dipadamkan. Petugas juga perlu memastikan kondisi lokasi setelah api terkendali, termasuk memeriksa kemungkinan masih adanya bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Luas Area dan Penyebab Belum Dipastikan
Sampai informasi ini disusun, luas lahan yang terbakar belum diumumkan secara resmi. Data mengenai area terdampak perlu menunggu hasil pemeriksaan dan pemetaan oleh petugas. Oleh karena itu, angka luas kebakaran belum dapat dipastikan hanya berdasarkan foto atau video yang memperlihatkan kobaran api dari kejauhan.
Penyebab kebakaran juga belum diketahui. Belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah api berasal dari aktivitas manusia atau faktor lainnya. Penentuan penyebab membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak didasarkan pada dugaan. Perhatian utama masih tertuju pada proses pemadaman dan pengamanan kawasan.
Pentingnya Menjaga Kawasan Hutan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan hutan perlu dijaga bersama, terutama saat kondisi lingkungan kering dan mudah terbakar. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan diharapkan tidak membakar sampah atau lahan sembarangan, tidak meninggalkan api setelah berkegiatan, serta memastikan puntung rokok padam sebelum dibuang.
Warga juga dapat membantu dengan melaporkan apabila melihat asap atau titik api kepada petugas terkait. Meski demikian, masyarakat sebaiknya tidak mendekati lokasi kebakaran tanpa arahan karena kondisi medan dan penyebaran api dapat membahayakan keselamatan.
Penanganan kebakaran di Gunung Ciremai masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Informasi mengenai luas area terdampak, penyebab kejadian, dan kondisi akhir lokasi perlu menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Untuk saat ini, petugas dan masyarakat berupaya mengendalikan api serta mencegahnya meluas ke bagian hutan lainnya.
