Seorang lansia ditemukan hangus terbakar di lahannya di Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Seorang lansia berusia 78 tahun ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar di sebuah lahan di Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Korban berinisial M.S. ditemukan dalam posisi terlentang di atas tanah. Hampir seluruh bagian tubuhnya mengalami luka bakar akibat kobaran api yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran ranting dan dahan kering di lahan miliknya.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban tengah membersihkan lahan seorang diri. Ranting dan dahan kering yang berada di sekitar lahan dibakar untuk membersihkan area dari semak belukar.
Namun, api diduga tiba-tiba membesar dan berkobar hingga mengelilingi area lahan. Korban yang sudah lanjut usia diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika kobaran api semakin meluas.
Jasad korban kemudian ditemukan oleh warga yang sedang mencari burung di sekitar lokasi. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat desa sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Lansia Ditemukan Hangus Terbakar di Lahan
Peristiwa tragis tersebut terjadi di lahan yang berada di Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
M.S., warga setempat yang diketahui berusia 78 tahun, memang kerap mendatangi lahan miliknya. Di lokasi tersebut, korban biasa melakukan berbagai aktivitas seperti membersihkan semak belukar hingga mencari kayu bakar.
Aktivitas tersebut sudah menjadi kebiasaan korban. Lahan yang cukup banyak ditumbuhi semak dan tanaman liar membuat korban harus rutin membersihkan area tersebut.
Pada saat kejadian, korban diketahui datang seorang diri ke lahan untuk melakukan aktivitas pembersihan.
Ranting dan dahan kering yang berada di sekitar lahan kemudian dibakar. Diduga, pembakaran tersebut dilakukan untuk membantu membersihkan lahan dari material kering yang berserakan.
Namun, situasi berubah ketika api yang awalnya digunakan untuk membakar ranting diduga membesar.
Kondisi lahan yang dipenuhi material kering membuat api dengan cepat merambat ke sejumlah bagian lainnya. Kobaran api kemudian semakin besar hingga menutup area di sekitar tempat korban berada.
Korban yang sudah berusia lanjut diduga tidak mampu menyelamatkan diri ketika api mulai mengepung area lahan.
Tidak lama kemudian, tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Ditemukan oleh Pencari Burung
Jasad M.S. pertama kali ditemukan oleh sejumlah pencari burung yang berada di sekitar lokasi pada Minggu sore.
Saat ditemukan, kondisi lahan di sekitar korban masih tampak hangus terbakar. Beberapa bagian juga disebut masih mengeluarkan asap.
Korban ditemukan tergeletak dalam posisi terlentang. Hampir seluruh bagian tubuh korban mengalami luka bakar.
Penemuan jasad tersebut sontak membuat warga sekitar geger.
Warga yang mengetahui adanya penemuan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa.
Perangkat Desa Sindanglaut, Suwito, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tubuh mengalami luka bakar hampir 90 persen.
Menurutnya, korban ditemukan oleh para pencari burung yang kebetulan berada di sekitar lokasi.
“Korban ditemukan tergeletak dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh hampir 90 persen terbakar. Pertama kali ditemukan oleh para pencari burung dan untungnya langsung dilaporkan ke pihak desa dan langsung ditangani,” ujar Suwito.
Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Polisi yang mendapatkan informasi mengenai kejadian itu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Polisi Lakukan Olah TKP
Setelah mendapatkan laporan, petugas kepolisian dari Polsek Lemahabang langsung menuju lokasi kejadian.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP untuk mengetahui kondisi di sekitar lokasi serta memastikan kronologi kejadian.
Sejumlah saksi juga dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul pada tubuh korban.
Kondisi jasad korban menunjukkan adanya luka bakar yang cukup parah.
Kanit Reskrim Polsek Lemahabang, Aiptu Tris Mulyana, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi kekerasan menggunakan benda tumpul terhadap korban.
“Dari hasil pemeriksaan korban diduga mengalami luka bakar dan akibat kekerasan oleh benda tumpul memang tidak ada. Saat kejadian, korban diketahui tengah membakar ranting di lahannya,” ujar Aiptu Tris Mulyana.
Polisi kemudian mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal akibat tidak sempat menyelamatkan diri ketika api dari pembakaran ranting membesar.
Api Diduga Mengepung Area Lahan
Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, korban saat kejadian sedang membersihkan lahannya seorang diri.
Aktivitas tersebut dilakukan dengan membersihkan ranting dan dahan kering yang kemudian dibakar.
Kondisi ranting yang kering diduga membuat api cepat membesar.
Ketika kobaran api semakin besar, korban diduga tidak mampu keluar dari area tersebut.
Api bahkan diduga telah menutup sekeliling lahan sehingga korban kesulitan mencari jalan untuk menyelamatkan diri.
“Diduga, korban tidak dapat menyelamatkan diri saat api dari pembakaran ranting yang dilakukannya berkobar hebat hingga menutup sekeliling lahan,” kata Aiptu Tris Mulyana.
Dugaan tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi dan keterangan yang diperoleh petugas.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul pada tubuh korban.
Korban Diketahui Sering Membersihkan Lahannya
M.S. diketahui memiliki sebidang lahan di sekitar Desa Sindanglaut.
Warga setempat mengenal korban sebagai seorang lansia yang masih kerap melakukan aktivitas di lahan miliknya.
Korban disebut sering bolak-balik ke lokasi untuk membersihkan semak belukar dan mencari kayu bakar.
Kebiasaan tersebut membuat korban cukup sering berada di lahan seorang diri.
Pada hari kejadian, korban kembali datang ke lahan untuk membersihkan area tersebut.
Namun, aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan justru berakhir tragis.
Pembakaran ranting yang diduga dilakukan sebagai bagian dari proses membersihkan lahan berujung pada kebakaran yang tidak terkendali.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Keluarga Menganggap Kejadian sebagai Musibah
Petugas kepolisian juga meminta keterangan dari pihak keluarga korban.
Dari keterangan keluarga, M.S. diketahui berpamitan untuk membersihkan lahan seorang diri sebelum kejadian.
Tidak ada anggota keluarga yang ikut menemani korban saat berada di lahan.
Keluarga kemudian mengetahui kabar mengenai kejadian tersebut setelah korban ditemukan oleh warga.
Setelah mengetahui kondisi korban, keluarga menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.
Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Jenazah kemudian dipilih untuk langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.
Keputusan tersebut diambil setelah pihak keluarga menerima kejadian yang menimpa M.S. sebagai musibah.
Polisi Tidak Menemukan Tanda Kekerasan
Dalam pemeriksaan awal, salah satu hal yang menjadi perhatian petugas adalah kondisi tubuh korban.
Polisi memastikan terlebih dahulu apakah terdapat tanda-tanda kekerasan lain selain luka bakar yang dialami korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan akibat benda tumpul.
Kondisi korban lebih menunjukkan adanya luka bakar yang cukup parah.
Temuan tersebut juga diperkuat dengan kondisi lokasi yang merupakan area lahan yang terbakar.
Sejumlah bagian di sekitar tempat korban ditemukan mengalami kondisi hangus.
Area tersebut juga masih menyisakan asap ketika jasad korban ditemukan.
Meski demikian, proses pemeriksaan tetap dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Petugas mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.
Keterangan dari saksi, keluarga, serta kondisi lokasi menjadi bagian dari informasi yang digunakan petugas untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Warga Geger dengan Penemuan Jasad
Kabar mengenai ditemukannya seorang lansia dalam kondisi terbakar dengan cepat diketahui warga sekitar.
Penemuan tersebut membuat warga Desa Sindanglaut dan sekitarnya geger.
Pasalnya, lokasi kejadian merupakan lahan yang diketahui sering didatangi korban.
Warga juga mengetahui bahwa M.S. memang memiliki lahan di kawasan tersebut dan kerap membersihkannya.
Tidak sedikit warga yang mengenal korban karena aktivitasnya yang cukup sering dilakukan di lahan.
Namun, tidak ada yang menyangka aktivitas membersihkan lahan tersebut justru berakhir dengan kejadian tragis.
Jasad korban ditemukan setelah api membakar area sekitar lahan.
Para pencari burung yang berada di lokasi menjadi orang pertama yang mengetahui keberadaan korban.
Mereka kemudian segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak desa.
Laporan itu selanjutnya ditindaklanjuti hingga polisi datang ke lokasi.
Aktivitas Membakar Ranting Perlu Diwaspadai
Peristiwa yang menimpa M.S. menjadi pengingat mengenai risiko ketika membersihkan lahan dengan cara membakar ranting atau material kering.
Material seperti daun, ranting, dan semak yang sudah kering dapat membuat api cepat membesar.
Apalagi ketika pembakaran dilakukan di area yang dipenuhi tumbuhan kering.
Api yang awalnya terlihat kecil dapat berubah menjadi kobaran besar apabila tertiup angin atau mengenai tumpukan material yang mudah terbakar.
Dalam kasus ini, korban diduga berada terlalu dekat dengan sumber api ketika kobaran mulai membesar.
Karena kondisi korban yang sudah berusia 78 tahun, kemampuan untuk bergerak cepat diduga menjadi salah satu kendala saat api mulai mengepung area lahan.
Namun, penyebab pasti dan rangkaian kejadian tetap mengacu pada hasil pemeriksaan pihak kepolisian.
Kronologi Masih Didalami Polisi
Kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kejadian yang menyebabkan M.S. meninggal dunia.
Olah TKP dilakukan untuk melihat kondisi lahan serta titik-titik yang terbakar.
Petugas juga memeriksa keterangan dari warga dan pihak keluarga.
Dari informasi awal, korban memang berada di lokasi seorang diri untuk membersihkan lahan.
Korban juga diketahui sedang melakukan pembakaran terhadap ranting dan dahan kering.
Api kemudian diduga membesar dan menyebar ke area sekitar.
Korban yang berada di tengah lahan diduga tidak sempat menyelamatkan diri.
Hingga akhirnya, tubuh korban ditemukan dalam kondisi hangus dengan luka bakar hampir 90 persen.
Tidak ditemukannya tanda kekerasan akibat benda tumpul menjadi salah satu hasil pemeriksaan awal kepolisian.
Meski begitu, informasi mengenai kejadian tetap ditangani sesuai prosedur kepolisian.
Berakhir Tragis di Lahan Milik Sendiri
Bagi keluarga, M.S. awalnya hanya pergi untuk melakukan kegiatan yang biasa dilakukannya.
Korban berpamitan untuk membersihkan lahan seorang diri.
Tidak ada yang menyangka kegiatan tersebut akan berakhir dengan musibah.
Beberapa waktu kemudian, korban justru ditemukan sudah tidak bernyawa.
Kondisi tubuh korban yang mengalami luka bakar hampir 90 persen membuat warga yang menemukan jasadnya terkejut.
Keluarga kemudian menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Jenazah korban selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Sementara itu, pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam kejadian tersebut.
Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul.
Polisi menduga korban meninggal setelah tidak mampu menyelamatkan diri dari kobaran api yang berasal dari pembakaran ranting di lahan.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga dan warga Desa Sindanglaut. Aktivitas membersihkan lahan yang selama ini biasa dilakukan korban berakhir tragis setelah api membesar dan diduga mengepung area tempat korban berada.
Kasus ini juga menjadi perhatian warga agar lebih berhati-hati ketika membersihkan lahan menggunakan metode pembakaran, terutama ketika terdapat banyak ranting, daun, dan semak yang sudah mengering.
Bagi warga yang memiliki lahan dan biasa melakukan aktivitas serupa, kondisi api dan lingkungan sekitar perlu menjadi perhatian. Api yang awalnya digunakan untuk membakar tumpukan ranting dapat dengan cepat menyebar apabila mengenai material kering di sekitarnya.
Dalam peristiwa di Desa Sindanglaut tersebut, M.S. diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika kobaran api semakin membesar.
Jasadnya kemudian ditemukan oleh para pencari burung dan dilaporkan kepada pihak desa.
Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah TKP serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya tanda kekerasan akibat benda tumpul pada tubuh korban.
Keluarga korban juga telah memberikan keterangan kepada petugas mengenai aktivitas korban sebelum kejadian.
Setelah seluruh informasi diperoleh, keluarga memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
M.S. pun akhirnya dimakamkan oleh keluarganya setelah ditemukan tewas dalam kondisi terbakar di lahan miliknya di Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
