Veda Ega terjatuh di Moto3 Belanda (Foto: Honda Team Asia)
Buletinmedia.com – Hasil Moto3 Belanda 2026 menghadirkan drama yang melibatkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider Honda Team Asia itu tampil impresif sejak awal balapan dan bahkan sempat memimpin jalannya race. Namun, nasib kurang beruntung menghampirinya setelah mengalami kecelakaan pada lap kedelapan yang memaksanya gagal menyelesaikan balapan.
Balapan yang berlangsung di Sirkuit TT Assen, Belanda, Minggu, menjadi salah satu penampilan terbaik Veda musim ini. Ia mampu bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3 sebelum akhirnya kehilangan kendali akibat roda belakang motornya tergelincir di tikungan 4-5.
Sementara itu, kemenangan akhirnya menjadi milik Maximo Quiles yang tampil konsisten hingga garis finis. Posisi kedua ditempati David Almansa, sedangkan podium ketiga berhasil diamankan rekan setim Quiles, Marco Morelli.
Start Meyakinkan, Veda Ega Langsung Tembus Barisan Depan
Veda Ega memulai balapan dari posisi ketujuh di grid. Meski tidak berada di barisan terdepan, pembalap asal Indonesia tersebut mampu melakukan start yang sangat baik.
Begitu lampu start padam, Veda langsung menjaga ritme balapan dan mempertahankan posisinya di kelompok depan. Persaingan sejak lap pertama berlangsung sangat ketat karena hampir seluruh pembalap berada dalam satu rombongan besar.
Sementara itu, Uriarte berhasil mengambil alih pimpinan balapan setelah tikungan pertama. Veda sempat turun ke posisi kesembilan akibat ketatnya duel antarpembalap.
Namun situasi berubah dengan cepat. Uriarte melakukan kesalahan saat melebar di tikungan pertama sehingga kehilangan beberapa posisi.
Insiden yang menimpa Carpe dan Cruces, yang terjatuh pada lap awal, juga memberikan keuntungan bagi Veda. Pembalap Honda Team Asia itu berhasil naik ke posisi keenam.
Veda Ega Tampil Agresif dan Sempat Naik ke Posisi Terdepan
Memasuki lap kedua, Veda menunjukkan performa luar biasa.
Dengan kepercayaan diri tinggi, ia melakukan beberapa manuver bersih yang membawanya melonjak hingga posisi ketiga.
Di depan, David Almansa memimpin jalannya balapan, sementara Maximo Quiles berada di posisi kedua.
Persaingan semakin menarik ketika memasuki lap keempat.
Almansa masih berada di posisi pertama, disusul Quiles dan Veda.
Veda terus menempel ketat pembalap di depannya. Kesempatan menyalip akhirnya datang ketika ia berhasil melewati Quiles untuk merebut posisi kedua.
Tidak berhenti sampai di situ, pembalap Indonesia tersebut kembali menunjukkan keberaniannya.
Memanfaatkan momentum di salah satu tikungan, Veda berhasil menyalip Almansa dan mengambil alih posisi pertama.
Aksi tersebut membuat peluang Indonesia meraih hasil terbaik di Moto3 Belanda semakin terbuka.
Namun keunggulan Veda tidak bertahan lama.
Menjelang tikungan ke-16, Almansa kembali melakukan serangan balik dan sukses merebut posisi pertama.
Meski demikian, Veda tetap mampu menjaga jarak dan terus memberikan tekanan kepada pembalap Spanyol tersebut.
Duel Sengit Warnai Lap Pertengahan
Memasuki lap kelima, duel antara Veda dan Almansa semakin seru.
Keduanya saling bergantian mencari celah untuk mengambil posisi terbaik.
Sementara itu, Maximo Quiles juga mulai meningkatkan kecepatan dan ikut meramaikan perebutan posisi terdepan.
Pada awal lap keenam, Almansa mencoba memperlebar jarak.
Strategi tersebut cukup berhasil karena Veda mulai mendapat tekanan dari pembalap lain.
Hakim Danish bersama Maximo Quiles berhasil melewati Veda sehingga pembalap Indonesia turun ke posisi keempat.
Namun perubahan posisi kembali terjadi menjelang lintasan lurus utama.
Quiles melebar saat memasuki tikungan sehingga kehilangan dua posisi sekaligus.
Kesalahan tersebut dimanfaatkan Veda untuk kembali naik ke posisi ketiga.
Balapan berlangsung sangat dinamis dengan pergantian posisi yang terjadi hampir di setiap tikungan.
Tidak ada pembalap yang mampu menciptakan jarak aman dari rombongan terdepan.
Kesalahan Kecil Membuat Veda Kehilangan Posisi
Memasuki lap ketujuh, Veda kembali mengalami kendala.
Ia melebar saat memasuki salah satu tikungan sehingga kehilangan momentum.
Kesalahan tersebut membuatnya turun drastis hingga posisi kedelapan.
Meski kehilangan beberapa posisi, peluang untuk kembali ke depan sebenarnya masih terbuka karena jarak antarpembalap sangat rapat.
Di saat yang sama, Almansa masih memimpin balapan.
Quiles berada di posisi kedua, sedangkan Hakim Danish menempati posisi ketiga.
Tekanan dari pembalap lain membuat Veda kembali kehilangan posisi hingga turun ke urutan ke-10.
Namun balapan masih menyisakan banyak lap sehingga peluang bangkit sebenarnya masih ada.
Veda Ega Terjatuh pada Lap Kedelapan
Nasib kurang beruntung akhirnya menghampiri pembalap Indonesia tersebut.
Saat memasuki tikungan 4-5 pada lap kedelapan, roda belakang motor Veda kehilangan traksi.
Motor yang dikendarainya langsung tergelincir sehingga tidak bisa dikendalikan.
Veda pun terjatuh dan gagal melanjutkan persaingan.
Beruntung, insiden tersebut tidak menyebabkan cedera serius.
Setelah memastikan kondisinya baik-baik saja, Veda membawa motornya kembali menuju pit.
Karena mengalami kerusakan pada motor, ia memutuskan tidak melanjutkan balapan hingga garis finis.
Kecelakaan tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan Veda Ega yang sebelumnya sempat tampil sebagai salah satu kandidat kuat perebut kemenangan.
Maximo Quiles dan David Almansa Terus Bertarung
Setelah Veda keluar dari balapan, persaingan memperebutkan kemenangan semakin mengerucut antara Maximo Quiles dan David Almansa.
Kedua pembalap asal Spanyol itu terus saling bergantian memimpin balapan.
Pada lap ke-12, Quiles berhasil mengambil alih posisi pertama setelah melakukan manuver bersih terhadap Almansa.
Namun keunggulan tersebut kembali berubah menjelang akhir lap.
Almansa sukses merebut kembali posisi pertama setelah memanfaatkan celah di tikungan terakhir.
Memasuki beberapa lap terakhir, duel keduanya semakin menegangkan.
Hakim Danish yang sebelumnya berada di posisi ketiga mulai kehilangan kecepatan.
Ia mendapat tekanan dari beberapa pembalap lain yang terus memperkecil jarak.
Lima Lap Terakhir Berlangsung Dramatis
Memasuki lima lap terakhir, Maximo Quiles masih memimpin jalannya balapan.
David Almansa terus menempel ketat dengan selisih waktu yang sangat tipis.
Di belakang mereka, Hakim Danish berusaha mempertahankan posisi podium.
Namun tekanan dari Marco Morelli, Salmela, dan Perroni semakin besar.
Tiga lap menjelang finis, duel Quiles dan Almansa masih menjadi pusat perhatian.
Keduanya berhasil menciptakan sedikit jarak dari rombongan pemburu podium.
Sementara itu, Morelli berhasil memperlihatkan kecepatan yang konsisten.
Pembalap tersebut perlahan berhasil menyalip beberapa rivalnya hingga masuk tiga besar.
Hakim Danish justru kehilangan banyak posisi setelah tidak mampu mempertahankan ritme balap.
Maximo Quiles Kunci Kemenangan di Assen
Pada lap terakhir, persaingan antara Quiles dan Almansa mencapai puncaknya.
Almansa terus mencari celah untuk menyalip.
Namun Maximo Quiles mampu menjaga racing line dengan sangat baik sehingga tetap bertahan di posisi pertama hingga menyentuh garis finis.
Quiles akhirnya keluar sebagai pemenang Moto3 Belanda 2026.
David Almansa harus puas finis di posisi kedua setelah terus memberikan tekanan hingga tikungan terakhir.
Sementara podium ketiga berhasil diamankan Marco Morelli yang tampil impresif pada lap-lap penutup.
Di belakang mereka, Perroni dan Salmela melengkapi lima besar.
Hakim Danish yang sempat berada di posisi podium akhirnya harus puas finis di urutan kesembilan.
Hasil Moto3 Belanda 2026
Berikut tiga besar hasil balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen:
- Maximo Quiles
- David Almansa
- Marco Morelli
Sementara Veda Ega Pratama gagal finis (DNF) setelah mengalami kecelakaan pada lap kedelapan.
Penampilan Veda Tetap Layak Mendapat Apresiasi
Meski gagal menyelesaikan balapan, performa Veda Ega sepanjang race menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
Pembalap muda Indonesia itu mampu bersaing secara langsung dengan para kandidat juara, bahkan sempat memimpin jalannya balapan di salah satu seri Moto3 paling bergengsi.
Keberanian melakukan manuver, kecepatan saat memasuki tikungan, hingga kemampuannya bertahan di kelompok terdepan menjadi modal berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Insiden yang terjadi di Assen tentu menjadi pelajaran penting bagi Veda dalam menjaga konsistensi hingga akhir balapan. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terus bertambah bersama Honda Team Asia, peluang Veda Ega untuk kembali bersaing di papan depan Moto3 masih terbuka lebar. Penampilan impresifnya di Moto3 Belanda 2026 menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia tersebut memiliki potensi besar untuk meraih hasil lebih baik pada balapan-balapan selanjutnya.
Sumber : www.kompas.com
