Jelang Hari Raya Iduladha, Presiden Prabowo Subianto membeli sapi limosin berbobot 1,8 ton milik peternak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, untuk kurban Iduladha mendatang. (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi jenis limosin berbobot 1,8 ton milik peternak asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sapi jumbo bernama Diego tersebut dipilih menjadi hewan kurban Presiden setelah melalui proses seleksi dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan.
Sapi limosin milik Yuswardi, warga Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, itu kini menjadi perhatian warga sekitar. Ukurannya yang besar dengan bobot mencapai 1,8 ton membuat Diego tampak berbeda dibanding sapi lainnya di kandang milik Yuswardi.
Yuswardi mengaku merasa bangga dan bahagia karena untuk pertama kalinya sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, Diego sudah dirawat selama kurang lebih tiga tahun dengan perhatian khusus agar tetap sehat dan memiliki pertumbuhan maksimal.
“Senang sekali karena baru pertama kali sapi saya dipilih menjadi sapi kurban Presiden. Untuk perawatan khusus biasanya diberikan vitamin, obat cacing, dan rutin diperiksa kesehatannya,” ujar Yuswardi.
Ia menjelaskan, sejak kecil Diego memang memiliki postur tubuh yang lebih besar dibanding sapi lainnya. Dengan perawatan intensif serta pemberian pakan berkualitas, pertumbuhan sapi limosin tersebut terus meningkat hingga mencapai bobot 1,8 ton.
Setiap hari, Diego mendapatkan perawatan rutin mulai dari pembersihan kandang, pemeriksaan kondisi fisik, hingga dimandikan pada pagi dan sore hari. Yuswardi juga menjaga kebersihan bagian tubuh sapi seperti mulut, mata, kaki, dan kulit agar tetap sehat menjelang hari penyembelihan.
Selain itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban Presiden dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak untuk dikurbankan saat Hari Raya Iduladha.
Kepala peternakan setempat menyebutkan bahwa pemilihan sapi kurban Presiden dilakukan melalui sejumlah tahapan seleksi ketat. Mulai dari kondisi kesehatan hewan, usia sapi, bobot tubuh, hingga kelayakan fisik menjadi faktor utama penilaian.
Sapi limosin dipilih karena dikenal memiliki ukuran tubuh besar dan kualitas daging yang baik. Jenis sapi ini memang banyak dibudidayakan peternak karena memiliki nilai jual tinggi, terutama menjelang Iduladha.
Keberhasilan Yuswardi membuat sapi miliknya terpilih menjadi hewan kurban Presiden juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Desa Cilaja. Banyak warga datang untuk melihat langsung Diego yang memiliki ukuran tubuh jumbo tersebut.
Tak sedikit warga yang mengabadikan momen saat melihat sapi limosin berbobot hampir dua ton itu. Diego bahkan menjadi perhatian masyarakat sekitar karena posturnya yang tinggi dan tubuhnya yang besar.
Yuswardi mengatakan, sejak kabar sapinya dipilih Presiden tersebar, kandangnya ramai dikunjungi warga. Meski demikian, dirinya tetap membatasi interaksi agar kondisi sapi tetap terjaga hingga waktu pengambilan tiba.
Rencananya, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tersebut akan diserahkan kepada pengurus Masjid Syiarul Islam Kuningan untuk disembelih saat Hari Raya Iduladha. Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Yuswardi, pihak terkait dijadwalkan mengambil sapi tersebut sehari sebelum Iduladha. Saat ini dirinya terus memastikan kondisi Diego tetap sehat dan tidak mengalami penurunan berat badan.
“Rencananya H-1 akan diambil. Sekarang fokus perawatan supaya kondisi sapi tetap sehat sampai hari penyembelihan,” katanya.
Momentum terpilihnya Diego sebagai sapi kurban Presiden diharapkan mampu memberikan motivasi bagi para peternak lokal di Kabupaten Kuningan. Dengan perawatan yang baik dan perhatian terhadap kesehatan hewan, peternak daerah dinilai mampu menghasilkan sapi berkualitas tinggi.
Kabupaten Kuningan sendiri dikenal memiliki potensi peternakan yang cukup besar di Jawa Barat. Menjelang Iduladha, permintaan sapi kurban biasanya meningkat tajam, baik dari dalam daerah maupun luar kota.
Banyak peternak mulai mempersiapkan hewan ternaknya jauh hari sebelum Iduladha tiba. Perawatan intensif dilakukan agar sapi memiliki bobot ideal dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Selain menjadi tradisi tahunan umat Islam, Iduladha juga membawa dampak positif bagi sektor peternakan. Penjualan hewan kurban menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi peternak sapi dan kambing.
Pemilihan sapi lokal asal Kuningan oleh Presiden Prabowo dinilai menjadi bentuk perhatian terhadap peternak daerah. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas ternak lokal mampu bersaing dan memenuhi standar nasional.
Warga berharap keberhasilan Yuswardi dapat menjadi inspirasi bagi peternak lainnya untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka. Dengan pengelolaan yang baik, sektor peternakan di daerah dapat berkembang lebih maju dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kini, Diego menjadi salah satu sapi kurban yang paling banyak dibicarakan warga Kuningan menjelang Hari Raya Iduladha. Ukurannya yang besar serta statusnya sebagai sapi kurban Presiden membuat hewan tersebut menjadi pusat perhatian masyarakat.
Meski akan segera disembelih untuk kurban, Yuswardi mengaku bangga karena hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun mendapat apresiasi besar. Ia pun berharap tahun depan kembali bisa memelihara sapi berkualitas yang berpeluang dipilih menjadi hewan kurban Presiden.
Dengan bobot mencapai 1,8 ton dan kondisi fisik yang sehat, Diego menjadi simbol keberhasilan peternak lokal dalam menghasilkan sapi unggulan. Kehadiran sapi limosin jumbo ini juga menambah semarak suasana Iduladha di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
